Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah mengupayakan perbaikan jembatan gantung di Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang, yang terputus akibat diterjang banjir di wilayah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri di Rejang Lebong, Senin, mengatakan pihaknya bersama OPD terkait telah meninjau langsung lokasi jembatan gantung yang putus serta badan jalan yang ambles di Desa Kayu Manis akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras beberapa hari lalu.

"Jembatan gantung yang putus ini kondisinya sangat parah. Padahal infrastruktur ini menghubungkan dua desa dan aktivitas masyarakat, terutama para petani, sangat bergantung dengan akses tersebut," kata dia.

Dia menjelaskan, jembatan gantung dan jalan ambles tersebut merupakan jalur vital penghubung antara Desa Kayu Manis dengan Desa Cawang Lama. Akibat kerusakan akibat cuaca ekstrem ini, aktivitas harian warga serta distribusi hasil pertanian dari kawasan tersebut untuk sementara waktu menjadi terganggu.

Meskipun saat ini Pemkab Rejang Lebong tengah menghadapi keterbatasan anggaran daerah, kata dia, pihak eksekutif akan tetap bergerak cepat mencari solusi dan langkah penanganan taktis agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal.

"Kami terus berupaya mencari solusi terbaik. Kita sama-sama berdoa semoga ada langkah penanganan yang bisa segera dilakukan untuk mengatasi kesulitan masyarakat di bawah," ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan dari Pemkab Rejang Lebong langsung menyisir dua titik bencana sekaligus guna melakukan pendataan kerusakan infrastruktur secara faktual.

Dia menambahkan, koordinasi antar-instansi juga terus ditingkatkan untuk melakukan percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana di lapangan.

"Hari ini kami mengunjungi salah satu jalan longsor dan jembatan gantung yang putus di Desa Kayu Manis. Jalan ini menghubungkan Desa Cawang Lama dengan Desa Kayu Manis dan kesehariannya memang sangat padat dilalui petani untuk menuju lahan perkebunan maupun aktivitas antar-desa," demikian Iwan Sumantri.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026