Kota Bengkulu (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah membagikan sebuah visual yang menggambarkan dirinya berada di Greenland sambil mengibarkan bendera Amerika Serikat.
Unggahan yang dibagikan melalui platform Truth Social tersebut menampilkan ilustrasi berbasis kecerdasan buatan, lengkap dengan tulisan “GREENLAND – US TERRITORY EST. 2026” (Greenland, teritori AS didirikan 2026), memberi kesan seolah wilayah itu telah resmi menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Dalam unggahan terbarunya, Trump menyebut telah mencapai kerangka awal kesepakatan terkait Greenland dan bahkan seluruh kawasan Arktik, menyusul pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte.
Dalam pernyataan resminya, ia mengatakan pertemuan tersebut sebagai langkah strategis yang berpotensi membawa dampak besar bagi Amerika Serikat dan negara-negara NATO.
“Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik," tulis Trump dalam pernyataannya.
Baca juga: Nilai tukar rupiah dibuka menguat seiring tekanan tarif Trump
Baca juga: Jerman klarifikasi isu penarikan mendadak pasukan Bundeswehr dari Greenland
Presiden AS dari Partai Republik itu juga mengaitkan kesepahaman tersebut dengan kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Ia menyebut berdasarkan pemahaman awal yang tercapai, pemerintahannya memutuskan untuk menunda penerapan tarif perdagangan yang sebelumnya dijadwalkan berlaku pada 1 Februari.
“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memaksakan tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari.)," katanya.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengecam unggahan tersebut dan menilai aksi Trump tidak menghormati kedaulatan wilayahnya. Isu sensitif seperti ini seharusnya dibahas melalui jalur diplomasi resmi, bukan melalui unggahan simbolik di media sosial.
Pemerintah Greenland menilai isu kedaulatan wilayah tidak pantas disampaikan melalui ilustrasi sepihak di ruang publik digital.
Sebagai informasi Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Secara geografis, pulau terbesar di dunia ini terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik, berdekatan dengan Kepulauan Arktik Kanada.
Meski berada di kawasan Amerika Utara, Greenland memiliki keterikatan politik dan budaya yang kuat dengan Eropa khususnya Denmark dan Norwegia, serta hubungan historis dengan Islandia yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun.
Sebagian besar penduduk Greenland berasal dari suku Inuit. Leluhur mereka diketahui bermigrasi dari wilayah Kanada pada abad ke-13, sebelum kemudian menyebar dan menetap di berbagai bagian pulau.
Baca juga: Trump batal serang Iran setelah Israel ngaku belum siap hadapi serangan balasan
Baca juga: Trump ancam tindakan sangat keras jika Iran eksekusi pengunjuk rasa
Polemik unggahan Trump pun memicu perbincangan luas di kalangan pengamat politik internasional.
Trump menyebut diskusi lanjutan masih berlangsung dan melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Trump tolak hadiri KTT darurat G7
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026