Kupang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua dari bocah 10 tahun yang meninggal dunia dengan cara bunuh diri di Kabupaten Ngada.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Kamis mengatakan bantuan yang disalurkan kepada orang tua anak tersebut merupakan wujud kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan. 

"Di tengah duka mendalam yang dialami keluarga seorang siswa Sekolah Dasar yang meninggal dunia di Kabupaten Ngada, Polda NTT bersama Polres Ngada menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril," katanya.

Bantuan sosial yang disalurkan antara lain, 100 kilogram beras, empat dus mie instan, dua dus paket tali kasih, serta telur dan amplop bantuan.

Henry mengatakan, penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakapolres Ngada Kompol Osman Hendaru pada Rabu (4/2).

Henry Novika Chandra menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan Polri terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Bantuan sosial ini adalah wujud empati dan perhatian Bapak Kapolda NTT kepada keluarga korban. Kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan kekuatan serta meringankan beban keluarga di tengah masa duka,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan ini, Polda NTT berharap keluarga korban dapat merasakan kehadiran negara yang peduli, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Sebelumnya, Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, pada 29 Januari lalu, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, berinisial MGT (47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.



Pewarta: Kornelis Kaha
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026