Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Arus mudik Lebaran 2026 melalui Terminal Tipe A (TTA) Simpang Nangka di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat lonjakan signifikan dengan jumlah kedatangan penumpang mencapai 1.837 orang hingga H-1 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) TTA Simpang Nangka Edi Azhari di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan bahwa volume penumpang yang masuk dan keluar dari terminal tersebut pada tahun ini jauh melampaui estimasi awal pihak pengelola.

"Peningkatan jumlah penumpang cukup drastis di TTA Simpang Nangka, baik dari sisi kedatangan maupun keberangkatan," kata dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang mereka miliki jumlah kedatangan penumpang tercatat sebanyak 1.837 orang yang diangkut oleh 99 unit bus. Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode mudik tahun 2025 yang hanya mencatat 323 penumpang dengan 32 unit armada bus.

Sementara itu, untuk arus keberangkatan, jumlah penumpang menembus angka 2.112 orang dengan total 124 bus. Pada tahun sebelumnya, jumlah keberangkatan hanya berada di angka 735 penumpang dengan 53 unit bus.

"Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas yang sangat signifikan, terutama pada rute antarprovinsi. Kedatangan penumpang didominasi dari Pulau Jawa, sedangkan keberangkatan mayoritas menuju berbagai wilayah di Sumatera," terangnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan tersebut, pihak terminal telah memaksimalkan fungsi Posko Angkutan Lebaran. Posko ini berperan sebagai pusat informasi, layanan pengaduan, bantuan bagi pemudik, serta pusat koordinasi antarpetugas untuk memantau aktivitas kendaraan secara langsung.

Selain aspek pelayanan, tegas dia, bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Pihak pengelola terminal secara rutin melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap seluruh bus yang akan beroperasi.

"Pemeriksaan meliputi kondisi rem, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan. Bus yang dinilai tidak layak jalan diminta segera melakukan perbaikan sebelum diizinkan kembali beroperasi," tegasnya.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik, pihak terminal juga bersinergi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Arus mudik ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ujian nyata bagi kesiapan sistem transportasi dalam melayani masyarakat secara optimal. Kami berkomitmen memastikan seluruh layanan berjalan maksimal demi kenyamanan pemudik," demikian Edi Azhari.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026