Kepahiang, Bengkulu (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelatihan Kerja atau Balai Latihan Kerja (BLK) Kepahiang, Provinsi Bengkulu, kembali membuka program pelatihan keterampilan kerja gratis bagi masyarakat di wilayah Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong angkatan kedua 2026.
Penanggungjawab Pelatihan Kerja BLK Kepahiang Weli Sulastri saat dihubungi di Kepahiang, Selasa, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kegiatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi selaku pembina wilayah.
"Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat agar siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena seluruh biaya ditanggung pemerintah," kata dia.
Weli menjelaskan, pada angkatan atau batch kedua ini terdapat tujuh kejuruan yang dibuka, yakni pembuatan roti dan kue, junior beautician, junior hairdresser, operator komputer muda, pemasangan instalasi listrik, teknisi AC residential, serta menjahit pakaian dengan mesin.
Setiap kejuruan akan menampung 16 peserta dengan durasi pelatihan yang bervariasi antara 140 hingga 260 jam pelajaran.
Sedangkan untuk jadwal pelaksanaan, kata dia, pendaftaran melalui pembuatan akun SIAPkerja dibuka mulai 20 April hingga 7 Mei 2026. Kemudian calon peserta diwajibkan mengisi asesmen "Siap Latih" di portal resmi Kementerian Ketenagakerjaan sebelum batas akhir pada 7 Mei pukul 23.59 WIB.
"Tahapan seleksi dan wawancara akan dilaksanakan pada 8-13 Mei, dilanjutkan pengumuman kelulusan pada 14 Mei. Sedangkan orientasi atau kick off program dijadwalkan mulai 20 Mei 2026," terangnya.
Sementara itu terkait persyaratan, tambah dia, terjadi perubahan signifikan dari tahun sebelumnya guna meningkatkan efektivitas serapan tenaga kerja. Jika sebelumnya syarat pendidikan minimal SMP, kini peserta diwajibkan lulusan SMA/SMK dengan batas waktu maksimal tiga tahun setelah kelulusan.
"Pengetatan ini dilakukan agar peserta yang ikut benar-benar siap secara dasar pendidikan dan usia produktif untuk langsung memasuki dunia kerja," tegas Weli.
Adapun dokumen administrasi yang diperlukan meliputi fotokopi ijazah, KTP, KK, serta bukti terdaftar di SISNAKER. Weli juga menambahkan bahwa masyarakat yang memiliki kartu DTKS seperti penerima PKH, BLT, BST, dan kartu Prakerja akan mendapatkan prioritas dalam proses seleksi.
Selama masa pelatihan, peserta yang lulus akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pakaian seragam, makan siang, uang transportasi, hingga uang saku harian sebesar Rp20 ribu.
"Melalui program ini, kami menargetkan terciptanya tenaga kerja terampil yang siap pakai, yang pada akhirnya dapat mendorong penguatan ekonomi di wilayah Kepahiang dan sekitarnya," demikian Weli.
Pewarta: Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026