Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Aparat Polsek Kota Padang, Polres Rejang Lebong, tengah menangani kasus dugaan penculikan anak yang berujung tewasnya satu terduga pelaku setelah diamuk massa.

Peristiwa itu terjadi di Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Senin pagi (27/4) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kapolsek Kota Padang Iptu Medi Azwar menjelaskan, korban merupakan Deren Alpino (4 tahun), warga setempat. Sementara itu, dua terduga pelaku masing-masing berinisial S (60) dan FW (56), yang diketahui berasal dari Kelurahan 1 Ulu Laut, Kecamatan Seberang Ulu, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat korban hendak pergi berbelanja seorang diri. Di tengah perjalanan, dua terduga pelaku tiba-tiba datang dengan berjalan kaki. Salah satu pelaku kemudian memeluk korban dari belakang dan berusaha membawanya pergi.

Korban sempat memberontak dan menangis hingga berhasil melepaskan diri. Namun, pelaku kembali menangkap korban dan membawanya ke arah hutan. Dalam proses tersebut, korban sempat dibanting hingga tidak sadarkan diri.

Aksi tersebut terlihat oleh warga sekitar yang langsung berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan itu, warga keluar rumah dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga. Namun, salah satu pelaku berinisial FW meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menjadi sasaran amukan massa.

Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial S berhasil diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Rejang Lebong. Korban sendiri telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Kota Padang mengimbau para orang tua di wilayah Kecamatan Kota Padang dan Sindang Beliti Ilir agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih di bawah umur, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.



Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026