Palu (ANTARA) -
Guru Besar Universitas Tadulako (Untad) Palu Nur Sangadji menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadikan para siswa setara antara yang dari keluarga kaya dengan miskin.
“Kalau kita kasih semua, akan ada dampak psikologis yang baik. Karena, tidak ada yang merasa lebih kaya, dan tidak ada merasa lebih miskin,” katanya dalam podcast kolaborasi ANTARA Sulteng dan Diskominfosantik Sulteng yang dikutip di Palu, Minggu.
Penegasan itu disampaikannya menanggapi adanya kritikan, mengapa MBG tidak diberikan kepada kelompok tertentu saja. Misalnya anak-anak sekolah yang miskin, atau pada tingkat pendidikan tertentu saja dengan menyesuaikan efektifitas dan ketersediaan anggaran.
“Program ini menunjukkan adanya kesamaan dan kesetaraan, saat mereka bersama-sama makan dengan makanan yang sama dan dari omprengan yang sama,” katanya menegaskan.
Dia mengungkapkan program makan gratis untuk siswa sudah dilaksanakan di berbagai negara seperti Brasil sejak tahun 1940-an, Prancis, India, Jepang hingga China. Bahkan, kata dia, program makan siang gratis dari pemerintah China ditambahkan lagi program tidur siang untuk siswa.
“Saya ingin mengatakan serepot itu mereka untuk menyiapkan generasi yang hebat,” ungkapnya.
Dia memaklumi adanya sorotan dan kritikan dari berbagai pihak. Tetapi dia juga meyakini bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.
Sementara itu PIC MBG SMA 6 Palu Mohammad Ikra mengatakan Program MBG merupakan program yang positif bagi perkembangan para siswa.
“Program ini sangat positif dan bisa dikatakan sangat diharapkan para peserta didik,” kata PIC MBG SMA 6 Palu Mohammad Ikra.
Dia menjelaskan secara ekonomi, para peserta didik di SMA 6 Palu berada pada klaster kelas menengah ke bawah. Total penerima manfaat program MBG di SMA 6 Palu sebanyak 800 orang.
Menurut dia, tingginya antusias siswa karena faktor perekonomian keluarga yang sangat terbatas. Bahkan beberapa anak tidak memiliki uang jajan untuk makan siang.
Pewarta: FauziUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026