Kota Bengkulu (ANTARA) - Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani  mengonfirmasi bahwa akun Instagram pribadinya, @ahmaddhaniofficial, mengalami peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab pada Rabu (6/5/2026) pagi. 

Melalui pernyataan resmi yang diunggah oleh manajemen DEWA19, dijelaskan bahwa saat ini akun tersebut sedang mengalami gangguan akses sekaligus dugaan penyalahgunaan oleh pihak lain. 

Pihak manajemen juga mengaku telah menerima laporan adanya sejumlah pihak yang merasa dirugikan akibat aktivitas mencurigakan dari akun tersebut.

“Dengan ini kami informasikan bahwa akun Instagram milik Ahmad Dhani saat ini sedang mengalami kendala akses dan dugaan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tulis manajemen dalam pernyataan resminya Rabu (6/4).

Seiring dengan kejadian tersebut, manajemen mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Mereka secara tegas meminta publik agar tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun melalui akun tersebut.

Warganet juga agar tidak membagikan data pribadi maupun kode OTP, serta mengabaikan segala bentuk pesan mencurigakan yang mengatasnamakan akun Ahmad Dhani.

Pihak manajemen juga menegaskan untuk sementara waktu, seluruh bentuk komunikasi dan aktivitas yang berasal dari akun tersebut berada di luar tanggung jawab mereka hingga proses pemulihan selesai dilakukan. 

“Kami juga menerima informasi adanya dugaan pihak-pihak yang mengalami kerugian akibat aktivitas dari akun tersebut," kata dia.

Kasus peretasan ini kembali menjadi pengingat pentingnya keamanan digital, khususnya bagi figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial. 

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa pelaku di balik aksi peretasan tersebut, namun tim terkait disebut tengah berupaya menelusuri dan mengembalikan kendali akun secepat mungkin.

Manajemen DEWA19 pun menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, sembari menunggu proses pemulihan akun rampung sepenuhnya.



Pewarta: Vonza Nabilla Suryawan
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026