Meskipun harga stabil pasokan dari petani relatif lancar, sejak memasuki bulan Ramdhan Sabtu (21/7), kata seorang pedagang karet H Jasarudin, Selasa.
Ia mengatakan, harga pekan ini berkisar antara Rp8.000-Rp8.500 per kilogram dan tergantung kualitas getahnya, bila sudah kering bisa dibeli Rp8.600/kg. Dengan harga makin membaik itu pihaknya akan mendapat pasokan dari petani dalam jumlah banyak, terlebih bila harga di atas Rp15.000/kg.
Meskipun harga karet di Bengkulu bergerak naik, namun masih rendah bila dibandingkan dengan harga karet di luar Bengkulu hingga saat ini rata-rata di atas Rp14.000/kg. Kondisi jual beli karet di Bengkulu hingga saat ini masih terikat sistem jaringan monopoli yang selama ini dilakukan perpanjangan tangan perusahaan lokal.
Akibatnya petani Bengkulu sulit untuk mencicipi harga karet sama dengan provinsi tetangga seperti di wilayah Sumsel dan Jambi, kalau di dua provinsi itu persaingan pedagang pengumpul cukup sehat. Untuk memutus mata rantai monopoli tersebut adalah wewenang pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat berperan besar, ujarnya.
Seorang petani karet dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah Arpan mengatakan, pihaknya belum menjual produksi secara besar-besaran pada saat harga sekarang ini dan menunggu harga naik lagi, ujarnya.(Z005)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.