"Pemegang saham diminta untuk meningkatkan nilai penyertaan modal sehingga Bank Bengkulu bisa mencapai BUKU 2 dari saat ini masih posisi BUKU 1," kata Rohidin di Bengkulu, Kamis.
Saat menggelar rapat umum pemegang saham PT Bank Bengkulu, Rohidin mengatakan saat ini modal inti bank Bengkulu baru sebesar Rp634 miliar atau berada pada kategori BUKU 1.
Untuk mencapai kategori BUKU 2, bank daerah itu harus memiliki modal inti paling sedikit sebesar Rp1 triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun.
?Selain peningkatan penyertaan modal, kita juga akan menjual saham seri B,? ucap Rohidin.
Penjualan saham seri B ini, lanjut Plt Gubernur tidak akan lebih dari 20 persen dan kesempatan untuk turut memiliki saham tersebut hanya bagi warga Provinsi Bengkulu.
Sementara Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim mengatakan jika penjualan saham seri B bisa menambahkan modal Rp200 miliar, maka upaya mencapai modal Rp1 triliun akan semakin mudah.
?Pemerintah daerah sudah komitmen menyetor tambahan modal dan pemegang saham juga sepakat mengenai penjualan saham seri B maksimum 20 persen,? kata dia.
Dengan putusan pemegang saham tersebut, Agusalim optimistis Bank Bengkulu bisa meningkatkan layanan dan ekspansi usaha.
Rapat umum tersebut dihadiri seluruh pemegang saham dari pimpinan kepala daerah serta seluruh komisaris dan direksi Bank Bengkulu.
Pewarta: Helti Marini SUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026