Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia menyatakan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Bengkulu dicatat mencapai 272.144 dan volume transaksi menembus Rp50 juta dalam setahun.
"Bengkulu termasuk salah satu provinsi yang punya pengguna QRIS sangat besar, per Desember tercatat 272.144 pengguna dan ini menurut saya sudah luar biasa,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Kamis.
Wahyu Yuwana menjelaskan jumlah tersebut tergolong tinggi karena pengguna yang dihitung merupakan masyarakat yang sudah memiliki kartu tanda penduduk atau berusia dewasa.
"Penduduk Bengkulu keseluruhan hanya sekitar dua juta, dan yang mempunyai KTP atau sudah dewasa tentu hanya sebagiannya saja, dan pengguna QRIS mampu mencapai 272 ribu lebih," kata dia
Angka itu menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital terus meningkat. Selain jumlah pengguna, pertumbuhan merchant penerima QRIS di Bengkulu juga signifikan.
Menurut dia tercatat sebanyak 235.344 pelaku usaha telah menyediakan metode pembayaran menggunakan QRIS di berbagai sektor transaksi.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume pembayaran menggunakan QRIS mencapai 50.682.437 transaksi selama satu tahun. Jika dirata-ratakan, jumlah tersebut setara dengan sekitar empat juta transaksi per bulan.
Menurut Wahyu tingginya volume transaksi tersebut mencerminkan masyarakat Bengkulu sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi itu sekaligus menunjukkan literasi digital masyarakat terus membaik.
Dia menilai capaian tersebut membuat Bengkulu mampu bersaing dengan daerah lain dalam hal pemanfaatan sistem pembayaran digital. Masyarakat juga semakin nyaman menggunakan QRIS karena tentunya lebih praktis, efisien dan aman.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah terus mendorong pemanfaatan transaksi digital agar penggunaan QRIS semakin luas dan mendukung efisiensi sistem pembayaran di daerah.
