"Rumah baca bahari atau disingkat dengan Rubah untuk meningkatkan minat literasi anak-anak di sekitar lingkungan kami," kata koordinator Yayasan Latun Ari Anggoro di Bengkulu, Rabu.
Ia mengatakan saat ini para relawan sedang membangunan fisik rumah baca yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Untuk buku-buku bacaan, kata Ari, pihaknya menerima sumbangan dari masyarakat umum sebab saat ini baru ada satu dus buku bacaan yang tersedia.
"Kami mengharapkan dukungan dari pihak lain terutama menyediakan buku-buku bacaan yang bisa menambah wawasan anak-anak pesisir," ucapnya.
Lokasi rumah baca bahari tersebut berada dalam kompleks wisata edukasi maritim yang didirikan Latun di tepi Pantai Tapak Paderi.
Komunitas itu telah terlebih dahulu merancang sejumlah program mulai dari penangkaran penyu, akuarium laut, budi daya karang, ikan karang, pendidikan pesisir, penghijauan pesisir dalam konsep "Marine Conservation and Education Programe" (MCEP).
"Kami juga menyediakan jasa latihan selam karena ada komunitas selam yang bergabung dalam kegiatan ini," ucapnya.
Ari menambahkan, sejumlah komunitas yang terlibat dalam program MCEP antara lain Himpunan Mahasiswa Kelautan Universitas Bengkulu, Bengkulu Sea-Turtle Conservation, One Piece, Komunitas Mangrove, "Rafflesia Bengkulu Diving Club" (RBDC), Marine Science Diving Club (MSDC) dan "Aqua Scape Marine Science Community".
Ada pula demo pembuatan akuarium laut yang dipandu "Aqua Scape Marine Science Community".
Pewarta: Helti Marini SUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026