Mukomuko (Antaranews Bengkulu) - Mayoritas nelayan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memilih libur melaut karena tidak mau mengambil risiko dengan kondisi cuaca buruk di wilayah perairan setempat.

"Nelayan mulai libur melaut sejak hari Rabu (25/7), sampai sekarang," kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Nasyyardi saat dihubungi dari Mukomuko, Kamis.

Berdasarkan data dari BMKG Bengkulu, tinggi gelombang di perairan laut daerah itu berkisar empat hingga enam meter dan kecepatan angin timur hingga 37 kilometer/jam.

Dinas kelautan dan perikanan setempat sebelumnya telah menyampaikan imbauan secara tertulis kepada nelayan di daerah ini untuk tidak melaut saat cuaca buruk melanda perairan laut daerah itu.

"Kami telah menyampaikan imbauan dan mengarahkan nelayan di daerah ini supaya jangan melaut dulu, karena cuaca buruk tersebut bisa membahayakan perahu dan keselamatan nelayan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, telah disampaikan imbauan tertulis kepada camat, kepala desa dan seluruh ketua kelompok usaha bersama nelayan yang tersebar di daerah itu.

DKP Mukomuko sebelumnya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi perangkat daerah (OPD), Lurah Koto Jaya dan Lurah Bandar Ratu dan Camat Kota Mukomuko telah melakukan pengecekan gelombang tinggi di perairan daerah itu.

Tim melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi nelayan yang ada di Kecamatan Kota Mukomuko.

Pewarta: Ferri Arianto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026