Mukomuko (ANTARA) - Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikananan melakukan jemput bola dalam mendapatkan program bantuan sarana perikanan tangkap dari pemerintah untuk kepentingan dan kesejahteraan nelayan.
"Nanti program bantuan untuk nelayan ke depan alurnya kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kita harus jemput bola karena bola tidak nendang sendiri, ibarat main kita jemput bola supaya bola masuk gawang," kata Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Fitri di Mukomuko, Senin.
Dia mengatakan hal itu saat melakukan perjalanan dinas ke Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, guna menjalankan tugas dan fungsi Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu yang bermitra dengan Dinas Perikanan dan Kelautan.
Kemudian, pihaknya juga melakukan pengawasan serta memastikan bagaimana langkah-langkah Dinas Perikanan ke depannya serta program apa saja yang sudah dan belum ada di kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Untuk itu, dia menyarankan supaya kadis untuk lebih kreatif dalam menjalankan tugas supaya perekonomian nelayan baik karena tanpa didukung pemerintah aktivitas nelayan kurang berjalan.
Selanjutnya, dia juga berharap apabila nanti ada bantuan untuk nelayan baik dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat bisa tersalur dengan baik sesuai prosedurnya.
Sementara itu, program bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap untuk nelayan di Kabupaten Mukomuko ini sudah ada dari pemerintah provinsi tetapi belum tersalur ke kabupaten.
Dia menyebutkan, bantuan dari pemerintah itu berupa alat tangkap ikan dan mesin tempel, dan bantuan itu salah satunya merupakan pokok pikiran dewan.
Dia berharap, mudah-mudahan sarana dan prasarana perikanan tangkap yang bersumber dari pokok pikiran dewan dapat tersalur dalam waktu dekat kepada masyarakat nelayan Mukomuko.
Menurut dia, karena tujuan dewan yang merupakan wakil rakyat ingin berbuat baik kepada masyarakat terutama nelayan melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026