Menurut Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman, Rabu, hal tersebut dilakukan karena kini kepedulian masyarakat nasional dan dunia terhadap isu lingkungan semakin besar.
"Seiring dengan mencuatnya isu kerusakan lingkungan hidup, maka kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kian bertambah, demikian juga dengan preferensi berwisata mereka," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, saat ini Bangka Tengah sedang mengembangkan pariwisata hijau untuk menarget minat pasar yang kian terfokus pada masalah lingkungan.
"Selain untuk menarik minat wisatawan agar lebih banyak yang datang, wisata hijau juga dipilih sebagai wujud keseriusan kami untuk turut menjaga lingkungan," ujarnya.
Salah satu destinasi wisata lingkungan yang ditawarkan Bangka Tengah saat ini adalah Desa Namang.
Desa Namang adalah salah satu desa nelayan di Bangka Tengah yang memiliki sebuah hutan yang banyak ditumbuhi spesies Pohon Pelawan.
Pohon Pelawan terkenal sebagai tempat berkembangnya lebah yang menghasilkan madu pelawan.
Pohon Pelawan yang banyak tumbuh di Bangka berasal dari pohon pelawan Tristania sp.
Pohon-pohon pelawan tinggi menjulang sekitar 20 ¿ 80 meter, sehingga menjadi tempat yang cocok untuk berwisata alam.
Di hutan Pelawan di desa Namang, banyak dibangun tempat-tempat peristirahatan untuk bersantai. Bupati sendiri diketahui sering mengadakan rapat di sana.
"Saya memang sering mengadakan rapat dinas di sana karena tempatnya yang sejuk dan sekalian mengenalkan wisata alam pada rekan-rekan yang datang dari luar daerah," kata Bupati. (ANT)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026