Kalo minta penjelasannya hampir sama dengan konflik di Ambon dan Poso. Itu konflik antarorang kemudian menjadi konflik komunal yang akhirnya merembet ke masalah agama..."Jakarta, (ANTARA Bengkulu) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyebutkan kasus Rohingya hampir sama dengan konflik yang pernah terjadi di Ambon dan Poso beberapa tahun silam.
"Kalo minta penjelasannya hampir sama dengan konflik di Ambon dan Poso. Itu konflik antarorang kemudian menjadi konflik komunal yang akhirnya merembet ke masalah agama," kata Jusuf Kalla di Jakarta.
Ditemui di sela-sela apel pelepasan relawan Pos Pertolongan Pertama PMI, Kalla menerangkan saat ini pihaknya yang diwakili dua orang staf Setjen PMI sedang melakukan persiapan dengan palang merah dan pemerintah Myanmar terkait rencana pengiriman bantuan kepada pengungsi Rohingya.
"Kita akan mengadakan operasi bantuan besar-besaran setelah lebaran. Nanti kita memberangkatkan relawan dari sini juga bersama relawan dari negara-negara anggota OKI lainnya," kata Kalla.
Menurut Kalla, bantuan yang akan disalurkan dapat berupa banyak hal baik itu makanan, nonmakanan, maupun infrastruktur dan dibiayai secara bersama antara PMI dengan negara-negara anggota OKI lain.
Kalla juga menuturkan keadaan di daerah konflik saat ini sudah cukup aman, namun sebagian besar korban yang rumahnya hangus dibakar masih belum berani kembali dari pengungsian.
Tidak khawatir
Kalla juga menyebutkan daerah konflik merupakan daerah penghasil beras, sehingga sebetulnya tidak ada kekhawatiran soal kekurangan pasokan makanan, Namun masih perlu ada uluran tangan dari negara-negara tetangga bagi para korban.
Kekerasan antara warga Buddha dan Rohingya yang terjadi di Myanmar menewaskan sejumlah orang, dengan angka resmi menunjukkan bahwa 80 orang tewas dari kedua pihak dalam pertempuran awal pada Juni. (ant)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.