New York (ANTARA/AFP) - Harga minyak mentah turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran baru tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global setelah Amerika Serikat bergabung
Eropa dan China melaporkan pelemahan aktivitas manufaktur.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Oktober ditutup pada 95,30 dolar AS per barel, turun 1,17 dolar AS dari penutupan Jumat. Semua pasar AS ditutup pada Senin untuk
liburan Hari Buruh.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun 1,60 dolar AS menjadi 114,18 dolar AS per barel di perdagangan London.

Di AS, konsumen minyak mentah terbesar di dunia, manufaktur secara tak terduga menyusut untuk ketiga berturut-turut pada Agustus ke tingkat terendah tahun ini, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan Selasa.

Laporan ini datang menyusul data Agustus yang lemah  pada Senin untuk China, konsumen energi terbesar di dunia, dan untuk 17-negara zona euro.

Aktivitas manufaktur China turun untuk kesepuluh bulan berturut-turut ke tingkat terendahnya dalam lebih dari tiga tahun pada Agustus, sementara perusahaan riset Markit melaporkan aktivitas manufaktur zona euro menyusut untuk ketujuh bulan berturut-turut.

Pasar komoditas "terus ditekan oleh perlambatan ekonomi,"
kata Michael Haigh di Equity Station setelah laporan ISM.

Menambah suram adalah laporan Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan belanja konstruksi jatuh pada Juli setelah tiga bulan sebelumnya naik.

"Sejak 2008, fundamental telah mengambil kursi kembali ke makro, dan setiap kali Anda memiliki data makro atau pengumuman kebijakan...(Ada) sebuah ekspektasi bahwa permintaan akan rusak," katanya.

"Tetapi itu hanya reaksi jangka pendek terhadap data."
Pedagang berharap bahwa data suram manufaktur Eropa dan China
akan mendorong peluncuran stimulus lebih cepat, kata Nick Trevethan, analis komoditas senior untuk ANZ Research di Singapura.

"Tentu saja data akhir-akhir ini saya pikir telah mendukung pelonggaran kebijakan. China khususnya melakukan menyatakan sesuatu harus dilakukan di sana," katanya kepada AFP.

Semua mata sekarang tertuju pada pertemuan Bank Sentral Eropa, Kamis, dengan harapan meningkat bahwa presiden ECB Mario Draghi bisa meluncurkan sebuah pertahanan untuk melindungi zona euro dari tekanan pasar obligasi. (ant)


Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026