Saat melaut kami tidak bisa melihat kapal ikan nelayan lainnya dari kejauhan karena terganggu kabut yang diduga asap..."
Bengkulu, (ANTARA Bengkulu) - Wilayah perairan Bengkulu sejak beberapa hari terakhir mulai ditutupi kabut sehingga mengganggu jarak pandang nelayan.

"Saat melaut kami tidak bisa melihat kapal ikan nelayan lainnya dari kejauhan karena terganggu kabut yang diduga asap," kata Mustafah, seorang nelayan di Kota Bengkulu.

Untuk mengantisipasi tabrakan dengan kapal lain, para nelayan harus menghidupkan lampu pada siang hari apalagi kabut itu akan menebal ketika sore hari.

Ia mengatakan, meskipun menangkap ikan sekitar kawasan pantai, ia takut juga bertabrakan karena nelayan moderen menangkap ikan di wilayah tangkap nelayan tradisonal.

"Akibat kabut itu kami mulai turun melaut habis shalat subuh karena kabut belum begitu mengganggu pemandangan," ujarnya.

Hal senada juga ucapkan para pengunjung kawasan pantai panjang, Romi, biasanya Pulau Tikus nampak jelas dari tepian sekarang sudah tidak terlihat akibat kabut.

"Kami hanya melihat kapal-kapal besar memuat batu bara disekitar kawasan pantai, sedangkan kapal nelayan tidak terlihat jelas," ujarnya.

Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Samsul Banri mengatakan, kabut itu belum mengganggu penerbangan karena jarak pandang masih maksimal.

Namun tidak tahu kalau kabut itu beberapa hari kedepan makin menebal, tentunya akan dilakukan antisipasi.

Ia mengatakan, kabut tersebut diduga bercampur asap yang datang dari wilayah provinsi tetangga, namun bila angin kencang kabut itu makin menipis, ujarnya. (Z005)


Editor : Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026