Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Pemprov Bengkulu pada tahun 2012 akan meremajakan atau mengganti tanaman kelapa sawit bibit asalan yang ditanam petani selama ini dengan bibit unggul seluas 1.785 hektare.

"Peremajaan itu akan dimulai April 2012,"  kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Riky Gunarwan di Bengkulu, Minggu.

Ia mengatakan, langkah tersebut segera dilakukan pada 2012 ini mengingat hampir 50 persen tanaman kelapa sawit ditanam petani Bengkulu menggunakan bibit palsu, sehingga hasilnya tidak maksimal sesuai harapan para petani.

"Berdasarkan pemantauan kami luas tanaman kelapa sawit petani di Bengkulu selama ini ada sekitar 70.000 hektare perkebunan sawit petani menggunakan bibit tidak sesuai standar, sehingga sangat merugikan para petani di daerah ini," katanya.

Banyaknya petani menggunakan bibit palsu itu antara lain karena petani tidak punya pengetahuan cukup tentang jenis-jenis bibit kelapa sawit unggul, disamping terbatasnya bibit bermutu baik saat itu, meskipun ada hanya perusahaan perkebunan besar yang memilikinya.

Faktor lain, katanya, banyak juga petani membibitkan sendiri kelapa sawit itu, dengan menggunakan buah-buah yang rontok dari tandannya, setelah itu disemai menjadi kecambah dan kemudian dtanam langsung.

Bibit yang didapat dari cara pembudidayaan seperti itu sangat tidak terjamin kualitas dan produktivitasnya, cara tersebut ditempuh petani karena harga bibit berkualitas dianggap mahal, yaitu Rp30.000 per batang siap tanam.

Ia optimistis peremajaan dengan dana bersumber dari Kementerian Pertanian tersebut segera direalisasikan, agar seluruh tanaman kelapa sawit di daerah ini bebas dari bibit palsu yang berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman dan minimnya pendapatan petani kelapa sawit, katanya.

Seorang petani kelapa sawit di Kawasan pesisir pantai Pondok kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah Mujimin mengatakan, kebun miliknya seabgia besar adalah bibit kecambah dari pohon, sedangkan produksinya sangat rendah bila dibandingkan dnegan bibit unggul.

"Kami mengharapkan, agar pemerintah daerah bisa membantu meremajakan tanaman kelapa sawit tersebut dan diganti dengan bibit unggul bersubsidi," ujarnya. (MHE)


Editor : Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2026