Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, berharap adanya kesepakatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi COVID-19 di daerah ini.

“Kami berharap sekolah mengadakan pertemuan dulu dengan komite, wali murid dan dewan guru dalam mengambil keputusan bersama, setelah itu menjadi kesepakatan bersama apakah siap atau tidak melaksanakan belajar tatap muka,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Darsono di Mukomuko, Jumat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/0028/D.2/I/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Semester genap 2020-2021 di daerah ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko menyampaikan surat edaran ini kepada seluruh sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang tersebar di daerah ini.

Terkait pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 sebagaimana diatur dalam surat edaran ini, ia mengatakan, sekolah diberikan keleluasaan dan pilihan untuk menentukan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

Bagi sekolah yang melakukan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka diwajibkan mempedomani protokol kesehatan pencegahan penyebaran dan penularan virus corona di daerah ini.

Terhadap sekolah yang belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, penyelenggaraan pembelajarannya tetap menggunakan pola dalam jaringan dan luar ruangan.

Sementara itu, ia menyebutkansebesar 90 persen sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di daerah ini siap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan standar protokol kesehatan.

“Sebesar 90 persen sekolah mengadakan KBM tatap muka berdasarkan laporan dari seluruh pengawas sekolah yang melakukan survey ke sekolah-sekolah di daerah ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebesar 90 persen sekolah dari sebanyak 134 sekolah dasar dan 47 sekolah menengah pertama yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini yang mengadakan belajar tatap muka.

Sedangkan masih ada 10 persen sekolah di daerah ini yang belum mengadakan belajar tatap muka karena ada beberapa kepala sekolah, guru dan staf yang terjangkit virus corona.

“Kalau ada guru atau orang dalam sekolah yang terjangkit virus corona belum kita izinkan mengadakan belajar tatap muka, termasuk orang tua siswa juga tidak mengizinkan,” ujarnya.
 

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021