Daud Yordan membeberkan alasannya memilih Edin Diaz sebagai pelatih utama jelang duel melawan petinju Thailand Rachata Khaophimai di Pattaya, Thailand, 19 November 2021.

Petinju 34 tahun itu mengatakan keputusannya menunjuk Edin Diaz sebagai pelatih sesuai dengan kesepakatan tim.

Lebih dari itu, Edin Diaz juga merupakan Kepala Pelatih Daud Yordan Boxing Club, sasana tinju milik Daud yang berada di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. 

"Sebetulnya kami sudah mengenal satu sama lain dan karakter masing-masing. Sangat tahu kekurangan dan kelebihan, dan banyak hal yang mudah kami diskusikan dalam mempersiapkan strategi di atas ring nanti," kata Daud kepada ANTARA, Minggu.



Edin Diaz bukan sosok baru bagi Daud. Sebelumnya, Edin kerap mendampingi Daud sebagai asisten pelatih dalam sejumlah pertandingan, baik ketika berada dalam naungan pelatih utama Craig Christian atau Pino Bahari.

"Ini kali pertama bung Edin jadi pelatih kepala. Beberapa waktu yang lalu, dia mendampingi sebagai asisten dari pelatih sebelumnya. Dia bukan orang baru. Posisinya saja yang berbeda," ujar Daud.

Daud juga mengungkapkan faktor kedekatan dengan sang pelatih saat ini berdampak baik pada persiapannya, terlebih mereka masih sebaya. 

"Bung Edin juga sudah terbiasa membawa petinju di sasana saya ke tingkat nasional dan berhasil," tutur Daud.

Dengan latihan intensif yang dilakukan saat ini, Daud berharap, bersama Edin, kemampuannya akan terus meningkat.

"Setiap waktu kami berdiskusi dan tidak ada rasa canggung. Jadi, komunikasi kami berjalan dengan baik dan ini diperlukan. Bung Edin juga mampu membuat program yang telah membuat banyak petinju berkembang pesat," ungkap Daud.

Petinju asal Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat itu saat ini tengah berlatih instensif di sasana XBC Boxing Camp, Tangerang Selatan, Banten.



Dalam persiapannya merebut kembali gelar juara WBC International kelas ringan super (63,5kg), Daud rutin menggelar latih tanding dengan petinju nasional lainnya.

Sebut saja, Ongen Saknosiwi, Jansen Hebi Marapu, Stevie Ongen Ferdinandus dan Jon Jon Jet. 

Daud pun mengaku sangat menantikan pertandingan nanti. Maklum, ini akan menjadi kali pertama setelah dua tahun lamanya ia tak naik ring.

Dalam kesempatan ini, dia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.

"Tentunya saya mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar memenangi pertandingan nanti," pungkas Daud. 

"Terlebih, kali ini bertanding di kandang lawan. Tentu kami harus mengantisipasi faktor-faktor non-teknis. Dalam tinju, segala sesuatunya bisa saja terjadi," tambah Daud yang saat ini masih memegang titel IBA dan WBO Oriental kelas ringan super. 


 

Pewarta: Muhammad Ramdan

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021