Pihak Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menyebutkan Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sempat lumpuh selama 10 jam terhitung pukul 05.00 hingga 15.00 WIB akibat adanya kendaraan bermuatan paku bumi beton yang terbalik dan melintang di jalanan tersebut.

"Tepat jam 15.00 WIB tadi arus kendaraan sudah bisa lewat, kendaraan trailer yang terbalik berhasil kita singkirkan dengan menggunakan alat derek," kata Kasat Lantas Polres Rejang Lebong AKP Radian Andi Pratomo saat dihubung di Rejang Lebong, Kamis sore.

Dia menjelaskan, kecelakaan lalu lintas ini dialami truk trailer bermuatan paku bumi beton pelat B 9362 UEJ yang terjadi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau tepatnya di wilayah Desa Mojorejo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, pada Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB sehingga menyebabkan sopirnya meninggal dunia di TKP dan kernetnya mengalami luka-luka.

Akibat adanya truk bermuatan paku bumi untuk pembangunan jalan tol dari Kota Bengkulu tujuan Kota Palembang yang terbalik di jalanan penghubung kedua provinsi tersebut, kata dia, membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan total hingga beberapa kilometer. 

Kendaraan yang akan lewat di jalan lintas ini kemudian dialihkan melalui jalan alaternatif yang masuk dalam Desa Talang Lahat, Kecamatan Sindang Kelingi namun hanya bisa dilalui jenis kendaraan kecil dan sepeda motor saja.

Akibat kecelakaan tunggal ini sopir kendaraan nahas yang diketahui bernama Nurjito (32) warga asal Lampung dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian akibat terjepit kendaraan. Sedangkan kernetnya, Fariji (16) warga asal Kota Palembang, Sumsel berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di RSUD Curup.

Sejauh ini berdasarkan pemeriksaan petugas di lapangan kecelakaan yang dialami kendaraan bermuatan berat itu diduga akibat adanya gangguan pada sistem pengereman sehingga saat tiba di jalanan menurun dan berbelok tidak bisa dikendalikan kemudian langsung terbalik.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022