Pekanbaru (ANTARA Bengkulu) - Satelit NOAA-18 yang dioperasikan Singapura yang dikabarkan berhasil mendeteksi kemunculan titik api atau titik panas (hotspot) di seluruh wilayah provinsi di Sumatra dengan jumlah total mencapai 114 titik.

"Untuk data titik api terkini di Sumatra ada sekitar 114 titik. Seluruh provinsi di Sumatra berbagi titik api ini," kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru Marzuki di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan, dominasi kemunculan titik api tersebut masih diraih oleh Provinsi Riau dengan jumlah yang mencapai 42 titik.

Kemudian disusul Jambi dengan 22 titik api, Sumatra Selatan (14), Sumatra Utara (10), Sumatra Barat (7), Bengkulu (6), Aceh (5), Lampung dan Bangka Belitung masing-masing tiga titik, serta yang terkecil yakni Kepulauan Riau dengan jumlah kemunculan titik api sebanyak dua titik.

"Secara keseluruhan kali ini berkurang dibandingkan dengan data titik api pada Rabu (21/3) lalu, dimana di Sumatra sempat muncul sebanyak 169 titik," katanya.

Namun, titik penyebarannya, kata Marzuki, tidak merata seperti yang saat ini terjadi. "Beberapa provinsi yang baru memunculkan titik api saat ini adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Jambi," ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan titik api pada Maret 2012 ini kemungkinan cukup tinggi mengingat adanya gangguan pada posisi matahari yang kini berada tepat di ekuator atau garis khatulistiwa.

"Kondisi demikian menyebabkan suhu udara Sumatra kian memanas hingga menyulut kemunculan titik api dimana-mana," katanya. (ant)

Pewarta:

Editor : Indra Gultom


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012