Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Bengkulu melaksanakan konferensi internasional atau The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022) di bidang kesehatan guna mewujudkan kesehatan lintas profesi.

"Kegiatan konferensi internasional atau The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022) merupakan kegiatan akademik rutin yang diadakan oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu sebagai media untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, gagasan, dan perkembangan isu terbarukan dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan pada 15 hingga 17 November," kata Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu Eliana di Bengkulu, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa salah satu agenda B-ICON yaitu dapat mengakselerasikan kolaborasi lintas profesi sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan global, sebab merupakan salah satu bentuk tanggungjawab moral Poltekkes sebagai salah satu institusi pendidikan di bidang kesehatan.

Konferensi internasional B-ICON 2022, kata dia, mengangkat tema Empowering Interprofessional Health Collaboration to Enhancing Global Health dengan mengundang tujuh pembicara utama dari empat negara berbeda.

Pembicara yang hadir antara lain Professor Kuan-Han Lin dari Asia University – Taiwan, Professor Andrea Gilkinson dari Auckland University of Technology – Selandia Baru, Indra Rudiansyah dari Oxford University – Inggris, dr. Bayu Satria Wiratama dari Universitas Gadjah Mada, dr. David Agustriawan dari Indonesia International Institute for Life Sciences, dr. Agus Setiawan dari Universitas Indonesia dan dr. Tonny C Maigoda dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah bahwa salah satu kunci untuk mewujudkan kolaborasi lintas profesi di bidang kesehatan adalah masing-masing profesi harus menguasai bidang keilmuan nya masing-masing secara mumpuni.

"Seperti di tataran kebijakan, Pemprov Bengkulu akan segera meluncurkan program Universal Health Coverage sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan Kesehatan global dan program tersebut diimplementasikan dengan harapan agar tidak ada lagi masyarakat Provinsi Bengkulu yang tidak bisa mengakses layanan BPJS," ujarnya.

Peneliti dari Departemen gizi, Poltekkes Kemenkes Riau, Dwi Erowati menjelaskan bahwa melalui platform yang dinamai Interprofessional Education (IPE) telah menjadi media untuk melatih kolaborasi para mahasiswa di jurusan gizi, kebidanan dan keperawatan.

Melalui platform tersebut memiliki tujuan untuk mengasah peran dan tanggungjawab, etika praktik, pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan.

Jika platform tersebut dapat diterapkan di bidang-bidang kesehatan lain, maka akan lahir tenaga-tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Diketahui, konferensi tahunan tersebut menghadirkan pameran poster hasil penelitian para akademisi secara virtual melalui teknologi tiga dimensi dan para pengunjung dapat berjalan-jalan secara virtual di ruangan tiga dimensi yang dipenuhi dengan poster akademik yang tertempel di dinding ruangan virtual.

Pada hari kedua, konferensi internasional B-ICON 2022 telah diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta yang hadir untuk menyaksikan paparan materi dari para pembicara utama, mengikuti sesi panel presentasi akademik dari para peneliti, akademisi, dan praktisi, maupun yang hadir untuk menyaksikan pameran poster akademik secara virtual.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022