Bengkulu,  (Antara) - Selama tiga bulan terakhir masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah resah dan harus berjaga-jaga ekstra akibat maraknya pencurian sapi, kambing ayam ternak.

"Desember lalu ada pencurian, Januari warga daerah sini kehilangan sapi, bahkan sapinya langsung dipotong tidak jauh dari rumah pemilik, pada Februari warga kembali kehilangan kambing, disusul ayam," kata salah seorang warga Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ny Yati di Bengkulu, Minggu.

Dia yang juga memiliki usaha peternakan kambing dan ayam mengaku resah, bahkan jam istirahat tidurnya terganggu karena seringnya masyarakat kehilangan hewan ternak.

"Saya ada beberapa ekor kambing, kalau malam, kadang mendengar suara orang yang berjalan di sekitar kandang, di daerah sini penerangan jalan juga minim, jadi cukup mudah bagi maling untuk menghilang ke semak-semak," kata dia.

Menurutnya, peternakan merupakan salah satu penghasilan utama daerah setempat, setiap kepala keluarga memiliki hawan ternak kambing atau sapi.

"Kami berharap pemerintah daerah memperhatikan keamanan daerah ini, sehingga kami tenang menggeluti usaha peternakan," katanya.

Hal senada juga disampaikan warga setempat, Misra, yang mengungkapkan masyarakat setempat telah memberlakukan jam jaga malam untuk menekan tindak pencurian hewan ternak.

"kami di sini secara swadaya membangun pos ronda, dan mengatur jadwal ronda, hanya ini yang mampu digiatkan warga," kata dia.

Menurut dirinya, warga setempat membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah yakni berupa sejumlah infrastruktur pendukung keamanan dan ketertiban daerah setempat.

"Jalan di desa kami sudah banyak yang rusak, penerangan desa juga kurang, kami berharap bantuan kelengkapan peralatan keamanan desa," ujarnya.



Pewarta: Oleh Boyke LW

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015