Realisasi penerimaan pajak, yang dihimpun Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Curup, yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, hingga saat ini telah mencapai Rp231 miliar.

"Sampai hari ini, realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Curup tersebut mencapai 99,34 persen dari target awal sebesar Rp232 miliar atau 92 persen setelah target naik menjadi Rp250 miliar," kata Kepala KPP Pratama Curup Imam Kasro'i usai menggelar acara sosialisasi standar pelayanan di Rejang Lebong, Bengkulu, Selasa.

Dia menjelaskan target penerimaan pajak tersebut dihimpun dari 25.926 wajib pajak tersebar dalam tiga kabupaten meliputi Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.

"Insya Allah, target penerimaan pajak ini akan bisa terpenuhi pada pertengahan Desember 2023 nanti," terangnya.

Menurut dia, penerimaan pajak nasional pada tahun depan akan naik dari Rp1.818 triliun menjadi Rp1.989 triliun, sehingga target KPP Pratama Curup pun akan mengalami kenaikan.

Sejauh ini, penerimaan pajak yang dihimpun KPP Pratama Curup berasal dari sektor perdagangan yakni pedagang penampung hasil bumi seperti kopi dan teh, serta dari pemerintahan atau yang berasal dari bendahara yang mengelola anggaran pemerintah.

Sementara, dari data wajib pajak KPP Pratama Curup mencapai 103 ribu, namun yang aktif membayar pajak 25.926 wajib pajak.

Menurut Imam, hal tersebut akibat beberapa faktor di antaranya sudah pensiun, tidak ada usaha lagi atau wajib pajak yang ikut suaminya, maupun adanya NPWP ganda.

Dia mengimbau wajib pajak taat membayar pajak, mengingat struktur APBN untuk membangun bangsa, 80 persennya bersumber dari pajak.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023