Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu menegaskan tujuh program prioritas untuk umat beragama di Bumi Rafflesia.

Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu Muhammad Abdu di sela kegiatannya pada Kamis-Jumat di Bengkulu mengatakan tujuh program proritas tersebut merupakan pelayanan Kementerian Agama bagi masyarakat.

Ia mengatakan program tersebut perlu untuk terus disosialisasikan sebagai sarana pendidikan masyarakat. "Ini memberikan pemberitaan pastinya sehingga bisa turut mendidik masyarakat," kata dia.

Abdu mengatakan salah satu program yang perlu terus didorong pemahaman kepada masyarakat di Bengkulu adalah penguatan moderasi beragama. Masyarakat Bengkulu yang beragam latar belakang agamanya perlu terus diingatkan tentang pentingnya menjaga kerukunan.

Baca juga: Kemenag terbitkan surat edaran pedoman ceramah keagamaan
Baca juga: Dirjen HAM sepakat pembinaan Al Zaytun oleh Kemenag

Seiring dengan program tersebut, Kanwil Kemenag Bengkulu juga mendorong pelayanan dengan pendekatan transformasi digital sehingga memberikan pelayanan prima dan transparan.

Selanjutnya, kata dia, program ketiga dari Kemenag yaitu terkait revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA). KUA sebagai unit satuan kerja Kemenag terkecil menjadi garda terdepan. 
Revitalisasi tersebut, lanjut dia, memberikan pelayanan akad nikah gratis di KUA bagi masyarakat. Proses revitalisasi terus berlangsung, termasuk ke depan menyediakan untuk warga selain Islam.

"Selama ada hak milik dari lahan maka dapat dilakukan pembangunan KUA (revitalisasi)... Amanah undang-undang, nikah di kantor KUA gratis. Beberapa KUA menyediakan hiasan atau dekorasi dan lain-lain (terkait keperluan pernikahan)," kata dia.

Abdu mengatakan program selanjutnya yaitu terkait kemandirian pondok pesantren dengan potensinya masing-masing tanpa tergantung dengan dana sumbangan sehingga mampu berdikari secara ekonomi membiayai kegiatannya sendiri.

"Mendorong pondok pesantren dengan dana inkubasi. Ponpes bergerak di bidang apa, kita bantu sehingga mandiri... Sebagai contoh pesantren Hidayatullah Bengkulu," kata dia.
 
Diskusi Ngopi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu di Bengkulu, 23-23 November 2023. (ANTARA/ Anom Prihantoro)


Program kelima Kemenag, kata Abdu, adalah "Cyber Islamic University". Melalui kegiatan ini kampus-kampus Islam negeri dapat bertumbuh secara keilmuan dengan pendekatan keilmuan siber sesuai tuntutan zaman.

Ia mengatakan program siber di kampus Islam tersebut banyak digarap oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, sebagai upaya mendorong digitalisasi di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Kemudian, Abdu mengatakan program keenam Kemenag yaitu terkait religiousity index atau indeks keberagamaan. Satuan kerja Kemenag terus didorong untuk mengidentifikasi potensi gesekan umat beragama di tengah masyarakat.

Baca juga: MUI dorong distribusi zakat dukung perjuangan Palestina
Baca juga: Gubernur: Perlu optimalisasi program zakat Baznas Bengkulu

Dari pemetaan itu, kata dia, dapat dilakukan mitigasi agar potensi konflik keagamaan tidak terjadi dengan koordinasi lintas unsur masyarakat.

Program ketujuh Kemenag, lanjut Abdu, adalah terkait tahun kerukunan umat beragama. Ia mencontohkan masjid agar difungsikan dalam tiga fungsi di tahun politik, yaitu kegiatan sosial masyarakat, menggali ilmu dan tempat ibadah, bukan sebagai lokasi kampanye di ajang kontestasi Pemilihan Umum.

"Di tahun politik, sosialisasi pengurus masjid agar tempat ibadah tidak menjadi lokasi kampanye politik praktis," kata dia mencontohkan upaya Kemenag untuk menjaga indeks keberagamaan di tengah masyarakat," katanya.
 

Pewarta: Anom Prihantoro

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023