Kejadian menyedihkan dialami seorang anak yatim di Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bocah perempuan ini disiksa dengan cara dimasukkan ke dalam karung tantenya.

Dua video yang diunggah akun X @heraloes*** pada Selasa (19/3) ini mendadak viral dan menarik perhatian warganet.

Dalam video pertama, tampak seorang anak perempuan sedang menenteng dua jerigen plastik yang berisi air, anak tersebut berjalan sambil menangis.
 
Bocah Manduamas, Tapanuli Tengah, dianiaya. (X)


Sementara pada video kedua, Seorang wanita dewasa tampak memasukkan sesuatu ke dalam sebuah kantong plastik lalu terdengar suara jerit tangisan anak. Suara tersebut dicurigai berasal dari dalam karung yang diangkatnya.

“Seorang Bocah Yatim Perempuan kelas 2 SD, setiap hari disiksa Tantenya dengan cara dimasukin ke dalam karung,” tulis penggunggah.

Baca juga: Viral kisah gadis kecil penderita kanker yang sapa Prabowo Subianto
Baca juga: Menurut ahli, vape miliki kandungan yang sama berbahaya dengan rokok

Dilansir dari sejumlah sumber, korban terpisah dari sang ibu yang tinggal di Sibolga merupakan kakak kandung dari terduga pelaku.
 
Bocah Manduamas, Tapanuli Tengah, dianiaya. (X)


Korban dititipkan ke pada tantenya akibat faktor ekonomi.

“Anak yatim bukanya di sayangin di lindungin malah dianiaya:(,” Komentar @kyozs** dalam video tersebut.

Baca juga: Binus School akan memproses siswa yang terlibat perundungan
Baca juga: Orang tua perlu perhatikan kalimat saat dampingi anak korban kekerasan

Dilanjutkan dengan komentar-komentar warganet lainnya yang merasakan hal serupa.

“Astagfirullah kok adsa orang setega ini woy, setan aja insekyur kali kerjaannya diambil sama dia...,” ucap netizen dengan akun @ernaaab**.

Diduga saat ini pelaku telah diamankan pihak kepolisian. Namun tidak dapat dipungkiri sejumlah netizen Indonesia geram terhadap aksi perempuan tersebut yang dapat mempengaruhi mental korban.

Baca juga: Didik anak tak "bully" penyandang disabilitas sejak dini
Baca juga: Pihak sekolah bantah anak Nunung jadi korban "bully"

Pewarta: Vonza Nabilla Suryawan

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024