Jakarta (Antara) - Pemerintah Indonesia mengundang media Rusia untuk menyaksikan proses pengolahan minyak kelapa sawit guna mempromosikan produk minyak sawit Indonesia ke pasar manca negara, seperti dilansir situs resmi Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat.

Upaya Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan minyak kelapa sawit ke pasar manca negara kali ini untuk menyasar pasar Rusia. Pemerintah mengundang enam media utama Rusia untuk mengikuti kegiatan kunjungan lapangan.

Keenam media Rusia tersebut meliputi tiga stasiun televisi, yaitu Channel One, Rossiya 24 dan NTV, serta tiga media cetak, yaitu Kommersant-Money, Ria Novosti dan Healthy Nutrition.

Selama kunjungan lapangan, para peserta berkesempatan melakukan interaksi dengan para ahli, pelaku industri minyak sawit serta mengunjungi perkebunan, pabrik dan pusat penelitian kelapa sawit di Indonesia.

Direktur Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri, T.B.H. Witjaksono Adji mengatakan kunjungan lapangan itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada media Rusia meliput dan menayangkan proses pengolahan minyak kelapa sawit Indonesia.

Liputan itu diharapkan dapat membuka perspektif yang benar di pasar manca negara mengenai produk minyak sawit Indonesia, mulai dari pembibitan, pengelolaan, pengolahan menjadi produk hingga aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Minyak kelapa sawit merupakan salah satu produk ekspor utama Indonesia ke Rusia. Tercatat pada 2014, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Rusia mencapai kurang lebih 600 ribu ton dengan nilai hampir 500 juta dolar AS.

Penanggung Jawab Fungsi Ekonomi KBRI Moskow, Kiki Kusprabowo menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Rusia dalam empat tahun terakhir mencapai 28,68 persen.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Indonesia merasakan adaya upaya-upaya dari beberapa pihak di Rusia untuk menghalangi impor minyak kelapa sawit, baik melalui "black campaign" (kampanye hitam).

Kampanye negatif itu antara lain mengenai dampak buruk mengonsumsi produk-produk makanan yang mengandung minyak kelapa sawit, maupun wacana pemberlakuan hambatan non-tariff atau pengetatan standar kualitas produk dan rencana pemberlakuan pajak impor progresif.

"Selama kegiatan, kami menikmati masakan Indonesia yang disajikan dengan minyak kelapa sawit. Dan kami baik-baik saja," ujar Sergey, salah satu wartawan Rusia peserta kunjungan lapangan ke perkebunan sawit di Indonesia.

Rusia adalah mitra dagang utama Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur, yang juga merupakan pasar yang belum dimanfaatkan (untapped market). Total perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2015 mencapai 2,63 miliar dolar AS.

Pelaksanaan kegiatan promosi minyak sawit itu merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Pemprov Sumatera Utara, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan industri terkait minyak sawit Indonesia, seperti PT Perkebunan Nusantara 3 dan PT Musim Mas. ***3***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016