Rejang Lebong (Antara) - Para petani di Desa Air Meles Bawah, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mulai mengembangkan pertanian organik untuk memenuhi permintaan sayuran organik di daerah ini.

Menurut Selamet (57), Ketua kelompok peternak Gading Indah, Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, saat ditemui di Rejang Lebong, Minggu, pengembangan pertanian organik itu dilakukan untuk melepas ketergantungan petani dari pupuk maupun obat-obatan pertanian yang berbahan kimia.

"Saat ini para petani di Kabupaten Rejang Lebong secara perlahan mulai menggunakan pupuk organik yang aman untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Sebagai percontohan saya sudah kembangkan tanaman cabai organik di atas lahan seluas seperempat hektare dengan hasil yang cukup memuaskan," katanya pula.

Dia menjelaskan penggunaan pupuk organik pada tanaman cabai dan beberapa jenis sayuran lainnya, seperti sawi dan terong menunjukkan hasil produksi yang tidak kalah dengan penggunaan pupuk kimia, dan sayuran yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung residu kimia.

Pada pengembangan pertanian organik yang dirintisnya bersama dengan anggota kelompok tani lain di daerah itu, dengan menggunakan kotoran ternak sapi dan kambing yang mereka pelihara serta limbah kulit kopi yang diolah menjadi pupuk kompos.

Selain membuat pupuk kompos yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan pertanian kelompok Gading Indah, juga dipasarkan kepada kalangan petani di sejumlah kecamatan di Rejang Lebong termasuk juga di Kabupaten Kepahiang.

Produksi pupuk kompos yang dihasilkan oleh Kelompok Gading Indah, kata Selamet, dalam setiap bulan berkisar enam ton, dan jika memasuki musim tanam antara bulan Januari sampai April permintaan ini bisa sampai 12 ton.

Pupuk organik yang dihasilkan kelompok ini dijual kepada pelanggannya untuk ukuran karung kecil seharga Rp10.000, kemudian karung ukuran sedang Rp20.000, dan karung ukuran besar Rp30.000.***3***

Pewarta: Nur Muhammad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017