Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menargetkan pada semester kedua 2025 bisa memberangkatkan sebanyak 1.000 pekerja migran ke sejumlah negara tujuan kerja.
"Gubernur Bengkulu sudah menyampaikan target 1.000, ini artinya bukan hanya dari tamatan SMA/SMK tapi ini juga sarjana, seperti Poltekkes, serta semua lembaga-lembaga yang ada, baik formal maupun informal, diberangkatkan lewat lembaga-lembaga resmi," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan pemberangkatan digelar bertahap sejak September hingga Desember 2025. Provinsi Bengkulu pun benar-benar menyiapkan tenaga kerja migran terampil yang memiliki kecakapan dan kemampuan kerja sesuai bidang yang dipilih.
Salah satu bidang keterampilan yang akan diberangkatkan, menurut Herwan Antoni, yakni profesi perawat. Dia mengatakan tenaga kerja terampil tentu akan menerima penghasilan dan jaminan-jaminan yang lebih baik saat bekerja di luar negeri.
Pemprov Bengkulu pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) calon pekerja migran asal Bengkulu.
Sebelumnya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan dana tersebut digunakan untuk pelatihan bahasa serta keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan para calon pekerja migran.
Dengan dukungan tersebut, putra-putri Bengkulu yang berminat bekerja di luar negeri diharapkan benar-benar memiliki kemampuan komunikasi bahasa yang baik dan keterampilan memadai sesuai pilihan pekerjaannya.
Sehingga, kata dia, pendapatan yang mereka dapatkan nanti sebagai pekerja migran akan lebih baik dibandingkan dengan pekerja yang mengandalkan fisik, bukan keterampilan.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025