Kupang (Antara) - Santi Dortia Kikhau, (17) tenaga kerja wanita (TKW) dari desa Oe Sapi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menuliskan surat kepada keluarganya di NTT yang berisi dirinya sedang disiksa oleh majikannya di Malaysia dan minta diselamatkan.

"Surat itu ditujukan kepada kami, setelah surat itu ditemukan oleh sahabatnya yang bernama Melda yang diperolehnya ketika surat itu dilempar oleh Santi melalui jendela," kata ayah kandung korban dugaan penyiksaan oleh majikan Thomas Kikhau saat dihubungi dari Kupang, Senin. 

Thomas mengatakan di dalam surat itu berisi bahwa anaknya sedang disiksa oleh majikannya di Malaysia. Serta dicantumkan alamat dirinya dan juga tulisan tangan Santi yang meminta temannya Melda untuk segera menelpon ayah korban.

Meldapun menelpon istri dari Thomas Kikhau menggunakan nomor telepon +60143682267 kemudian mengatakan bahwa, temannya (Santi) sedang mengalami penyiksaan berat dan minta untuk cepat menghubungi keluarga atau pemerintah Indonesia.

Pihak keluargapun langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian di Kabupaten tersebut untuk meminta bantuan agar bisa melacak keberadaan anak mereka.

"Anak kami juga melampirkan alamat tempat dirinya bekerja di Malaysia yakni di Petaling Jaya selangor jalan BU/6/1/masuk 6/4/ nomor 70, Malaysia. Saat ini kami sedang berada di Polres TTS untuk melaporkan hal ini dan kami juga menyampaikan alamat tersebut kepada pihak kepolisian" ungkapnya.

Ia mengharapkan agar pemerintah NTT secara khusus dan pemerintah Indonesia bisa melacak keberadaan anaknya sehingga bisa diselamatkan dan dibawa pulang ke NTT.

Menurut keterangan Thomas, anaknya bernama Santi tersebut berangkat ke Malaysia pada 02 Juli 2012 lalu,  dari So'e ke Kupang dan menginap di salah rumah salah seorang perekrut  yang beralamat di Oebobo kota Kupang.

Keberangkatan korbanpun tidak melalui dinas ketenagakerjaan kabupaten setempat apalagi provinsi sehingga baru pada saat ini pihaknya mendapatkan informasi soal keberadaan anak mereka.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting bagi dirinya dan anak-anaknya khususnya bagi masyarakat NTT yang ingin bekerja di luar NTT khususnya di Malaysia. ***2***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017