Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program kerja Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memperkuat dan membangun ekonomi desa.
Kepala Bidang Perindustrian, Koperasi, dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Mukomuko, Denni Haryadi, di Mukomuko, Jumat, mengatakan, instansi di APBD perubahan 2025 mendapat anggaran untuk melakukan monitoring ke 151 Kopdes Merah Putih yang tersebar di 148 desa dan tiga kelurahan.
"Monitoring ke semua Kopdes Merah Putih ini bertujuan untuk melihat persiapan Kopdes Merah Putih, dan koperasi mana yang sudah siap dan belum siap usahanya," katanya.
Kemudian, termasuk juga melihat bidang usahanya, apakah menyimpang dari usulan pertama.
Dia mengatakan, instansinya selain melakukan monitoring dan evaluasi serta mendampingi Kopdes Merah Putih dalam menyelesaikan berbagai permasalahan berkaitan dengan kepengurusan dan usahanya.
Sementara dari hasil pengamatannya selama ini, sudah ada sejumlah Kopdes Merah Putih seperti di Kelurahan Koto Jaya yang turun ke lapangan.
Sedangkan salah satu usaha Kopdes Merah Putih di Kelurahan Koto Jaya, yakni mengelola pasar tradisional Kelurahan Koto Jaya yang berada dekat pusat pemerintah kabupaten setempat.
Apabila dalam monitoring nantinya ada Kopdes Merah Putih yang tidak berjalan, katanya, maka instansinya akan mengadakan musyawarah dengan pengurus Kopdes Merah Putih ini.
Selanjutnya, pihaknya akan menanyakan apa saja kendalanya, dan berkaitan dengan pinjaman untuk modal usaha, koperasi diberikan peluang untuk meminjam sesuai kebutuhannya, selain itu koperasi juga tidak dipaksakan harus meminjam.
Sementara itu, selain kegiatan monitoring Kopdes Merah Putih, pada bulan Oktober 2025 pemerintah provinsi akan mengadakan pelatihan bagi pengurus Kopdes Merah Putih di daerah ini.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025