Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menargetkan predikat kota layak anak (KLA) naik ke tingkat madya yang sebelumnya meraih predikat pratama.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Bengkulu Rosminiarty di Bengkulu, Rabu.

"Selama ini kita masih berada di predikat pertama, dan sudah beberapa kali kita raih. Ke depan, sesuai arahan Wali Kota Bengkulu, kita ingin meningkatkan ke predikat Madya. Karena itu, pengumpulan data terus kita percepat," kata dia.

Untuk itu, pemerintah kota berupaya melakukan percepatan khususnya dalam pengumpulan dan validasi data yang menjadi indikator utama dalam penilaian KLA. 

Menurut dia, dengan adanya kelengkapan data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra yang ada sangat menentukan capaian nilai untuk prediksi kota layak anak.

Ia mengatakan untuk nilai evaluasi Kota Layak Anak Bengkulu masih berada di kisaran 500 hingga 600 poin, sedangkan untuk mencapai predikat madya, membutuhkan nilai di atas 1.000 poin. 

Lanjut Rosminiarty, guna mengantisipasi terjadinya kendala keterlambatan data, maka pihaknya akan melakukan langkah jemput bola ke organisasi perangkat daerah (OPD) maupun mitra yang belum menyampaikan dokumen pendukung agar seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi secara maksimal.

"Kami optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor. Kalau data belum juga disampaikan, kami akan turun langsung menjemput data tersebut. Ini penting agar tidak ada indikator yang terlewat," ujar dia.

Kemudian, untuk memperkuat sinergi dan koordinasi, Pemkot Bengkulu juga berencana untuk menggelar forum group discussion (FGD) bersama seluruh OPD agar dapat mempercepat pemenuhan indikator KLA.

Program Kota Layak Anak (KLA) merupakan inisiatif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah membangun sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Program ini menekankan integrasi komitmen pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan lembaga lainnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

KLA juga menjadi indikator keberhasilan daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak, mulai dari hak sipil, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dalam pelaksanaannya, penilaian Kota Layak Anak dilakukan melalui sejumlah indikator yang mencakup kelembagaan dan lima klaster hak anak, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang, hingga perlindungan khusus anak.

Pemerintah daerah yang memenuhi indikator tersebut dapat memperoleh penghargaan KLA dengan kategori mulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, hingga predikat tertinggi Kota Layak Anak. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan terlindungi.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026