Rejang Lebong (Antaranews Bengkulu) - Air Terjun Pemandian Punai Desa Airlang IV Suku Menanti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menarik perhatian warga daerah itu sehingga mereka beramai-ramai mengunjungi objek wisata baru tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Budi Utomo yang mengelola Air Terjun Pemandian Punai, Priyono atau biasa dipanggil Gabren, saat ditemui di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan lokasi wisata itu baru mereka buka pada Desember 2017.

Saat liburan Tahun Baru 2018, ujarnya, kelompoknya berhasil menarik perhatian pengunjung untuk ke air terjun pemandian itu hingga mencapai 1.500 orang.

"Ada 11 air terjun, baik yang besar maupun kecil. Kalau yang besarnya ada empat lokasi, dengan ketinggian antara 30 sampai 50 meter. Saat liburan Tahun Baru 2018 kemarin pengunjung yang datang mencapai 1.500 orang," katanya.

Objek wisata yang berada di Desa Airlang IV Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran itu, katanya, di perbukitan dan kawasan hutan lindung Bukit Balai Rejang, lebih kurang 25 kilometer dari Kota Curup, Ibu Kota Rejang Lebong. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat bisa menempuhnya sekitar 45 menit.

Air Terjun Pemandian Punai. (Foto Antarabengkulu)

Para pengunjung yang datang ke lokasi wisata alam yang berada di lahan milik Kelompok Tani Budi Utomo, dengan luasan lahan yang sudah dibuka mencapai 1,5 hektare itu, tambah dia, dikenai biaya Rp5.000 untuk biaya parkir kendaraan roda dua berikut orangnya, sedangkan bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya ditarik biaya Rp25.000, sudah termasuk tiket para penumpangnya.

"Biaya yang kami tarik ini untuk biaya pemeliharaan dan operasional petugas yang berjaga di setiap sudut lokasi wisata. Kalau tidak dijaga takut nantinya akan terjadi apa-apa dengan para pengunjungnya," kata Gabren.

Sugiarto (37), anggota Pokdarwis Pemandian Punai lainnya, mengatakan untuk menjaga keamanan pengunjung, terutama saat hari libur dan musim liburan sekolah, para pemuda desa dikerahkan di beberapa sudut desa yang selama ini rawan tindak kejahatan.

Air Terjun Pemandian Punai. (Foto Antarabengkulu)

"Mereka dikerahkan untuk berjaga di Jembatan Hitam yang sering terjadi perampokan, selain itu mereka juga berjaga sepanjang jalanan desa menuju lokasi wisata. Pengunjung yang datang akan dijamin keamanannya," kata dia.

Adi Panitia, Ketua Poktan Perkasa Tani yang merupakan mitra Kelompok Tani Budi Utomo, menjelaskan bahwa kedua kelompok tani itu selain terlibat dalam pengembangan usaha pertanian kopi varietas lokal yang dinamakan Sindang Dataran Robusta (Sintaro), juga pengembangan usaha pariwisata di desa itu.

"Setelah melalui rapat akhirnya kami putuskan untuk membuka lokasi wisata ini, dana awal yang dipakai untuk membuat sarana dan prasarana pendukung, seperti anak tangga, pondok-pondok tempat berteduh, WC, dan warung usaha, menghabiskan dana kelompok mencapai Rp40 juta," ujarnya.

Dia berharap, objek wisata di desa itu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Rejang Lebong sehingga banyak dikunjungi warga dari berbagai daerah. 


Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018