Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Perhelatan Festival Bumi Rafflesia 2018 yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu selama lima hari mengunggulkan olahan kopi lokal sebagai produk yang dipamerkan kepada pengunjung.

"Ada 10 merek atau brand kopi lokal yang berpartisipasi memamerkan produk olahan kopi Bengkulu," kata Penanggung jawab Pameran Kopi Bengkulu, Heri Supandi di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan 10 brand atau merek kopi lokal tersebut diolah sendiri oleh enterpreneur muda Bengkulu yang mulai bangkit mengenalkan kopi Bengkulu ke kancah nasional dan internasional.

Pameran kopi lokal yang didominasi jenis robusta di lapangan pusat olah raga atau sport center Pantai Panjang itu juga bertujuan memasyarakatkan kopi lokal sehingga menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

"Kami juga menghadirkan Duta Kopi Indonesia dan barista nasional untuk berbagi informasi tentang kopi," ucapnya.
 
Festival Bumi Rafflesia 2018. (Foto Antarabengkulu.com/Helti Marini S)


Festival Bumi Rafflesia 2018 yang digelar Dinas Pariwisata Provinis Bengkuu berlangsung pada 19-24 Juli di lapangan pusat olahraga "sport center" Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Selain pameran kopi lokal dan pameran kuliner khas Bengkulu, festival juga diisi dengan pameran potensi unggulan sumber daya alam serta potensi pariwisata lokal dari 10 kabupaten dan kota di daerah ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria mengatakan festival selama lima hari tersebut bertujuan mengenalkan potensi pariwisata Bengkulu ke khalayak.

"Ada 35 stand yang disediakan untuk memamerkan potensi sumber daya alam dan pariwisata daerah, termasuk stand untuk festival kopi," kata dia.

Festival tersebut juga diisi pameran seni lukis, pagelaran seni budaya, kampung besurek, dan Bengkulu etnik musik.

Baca juga: Bengkulu gelar Festival Bumi Rafflesia 2018

Pewarta: Helti Marini S

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018