Universitas Bengkulu bekerjasama dengan Universitas Oxford Inggris meneliti salah satu bahasa daerah Bengkulu yakni bahasa masyarakat suku-suku di Enggano.

"Bahasa Enggano ini termasuk bahasa yang terancam punah," ujar Kepala Kerja Sama dan Layanan Internasional Universitas Bengkulu, Yansen di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan penelitian ini terkait beberapa hal seperti dokumentasi bahasa, melalui cerita, percakapan dan lainnya, kedua meriset struktur bahasa di Enggano dan ketiga tentang pemberdayaan atau terkait program dengan komunitas.

Ia mengatakan universitas lain yang mendukung dari Endangered Language Fund melalui Prof Mary Darymple, ahli bahasa di Universitas Oxford Inggris.

Selain dari Oxford, penelitian ini juga melibatkan Prof I Wayan Arka dari Australian National University sedangkan dari Universitas Bengkulu yang terlibat antara lain Dr Arono dari FKIP,  Dr Irma Diani dan Dr Wisma Yunita,.

Yansen mengatakan pada pertemuan lalu, pihak Jurusan Bahasa dan Seni mengusulkan agar ahli linguistik bahasa lokal Universitas Bengkulu juga terlibat, antara lain Dr Sarwit Sarwono.

"Pak Sarwit ini telah lama melakukan penelitian terhadap bahasa lokal bengkulu, misalnya Bahasa Rejang dan Enggano, kita juga melibatkan Kantor bahasa Bengkulu," ujarnya.

Ia mengatakan secara umum riset ini dilakukan dengan langsung terjun ke lapangan dengan metode dokumentasi untuk mencatat teks oral dalam banyak bentuk seperti cerita rakyat, percakapan, kegiatan budaya dan aktivitas hardan mayarakat.

"Kita juga melakukan riset melalui wawancara untuk melihat struktur tata bahasa dan penggunaannya," katanya.

Ia mengatakan nanti hasil riset ini akan dikembangkan menjadi muatan lokal bahasa Enggano untuk sekolah disana.

Dengan adanya riset tersebut ia berharap ada studi ilmiah terkait bahasa Enggano dan keterkaitan dengan bahasa austronesia lainnya, serta upaya pelestarian bahasa dengan menggiatkan penggunaan di kalangan muda dan menghasilkan referensi terkait bahasa Enggano.

Pewarta: Gogo Priogo

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020