Petugas Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, menyelidiki kasus penemuan mayat seorang siswa sekolah dasar berinisial MR (13) yang diduga meninggal akibat kekerasan atau pembunuhan, kata Kepala Kepolisian Sektor Sigaluh Ajun Komisaris Polisi Priyo Jatmiko.

Baca juga: Pengakuan pelaku penculik anak: Ada pesanan dari Bogor dengan imbalan Rp30 juta

Baca juga: Bocah SD korban pencabulan di Padang derita kanker serviks, pelaku diringkus di Kerinci

"Korban ditemukan di kebun warga Dukuh Kenteng, Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Senin (3/2) malam. Korban diduga meninggal akibat kerasan dan saat ini masih dilakukan pendalaman oleh Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polres Banjarnegara," katanya kepada wartawan di Banjarnegara, Selasa.

Ia mengatakan jenazah MR ditemukan warga pada hari Senin (3/2), sekitar pukul 21.00 WIB, saat sedang mencari korban yang dilaporkan hilang sejak hari Jumat (31/1).

Saat itu, warga menemukan sepasang sandal warna merah tertutup rumput dan mencium bau busuk di sekitar lokasi penemuan mayat korban.

Oleh karena penasaran, warga pun mencari sumber bau busuk tersebut hingga akhirnya menemukan sesosok mayat tertutup rumput yang diketahui merupakan jasad MR. Warga pun segera melaporkan temuan tersebut ke Kantor Polsek Sigaluh.

Baca juga: Polisi tangkap seorang kakek diduga cabuli bocah SD

Kapolsek mengatakan setelah menerima laporan tersebut, pihaknya segera mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pengecekan.

"Mayat tersebut ditemukan dengan kondisi tertelungkup tertutup rumput. Korban memakai baju motif kotak-kotak warna merah dan celana pendek warna cokelat," kata Kapolsek.

Menurut dia, pada leher korban ditemukan ada dua sayatan benda tajam, masing-masing sepanjang 7 centimeter dan 8 centimeter.

Selain itu, kata dia, di sekitar lokasi juga ditemukan pisau cutter dan gunting.

Ia mengatakan mayat tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk diautopsi.

Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan pihaknya juga telah mengamankan seseorang pria berinisial K (34) yang diduga sebagai pelaku karena yang bersangkutan pada hari Jumat (31/1) diketahui pergi bersama korban sebelum dinyatakan hilang.

Baca juga: Afif tenggelam saat asyik mandi di sungai, teman-temannya teriak minta tolong

Akan tetapi, kata dia, K yang rumahnya di depan rumah korban mengaku tidak tahu keberadaan MR dan terduga pelaku itu diketahui pergi ke luar kota pada hari Sabtu (1/2).

"Tadi pagi terduga terlihat pulang dan berada di rumah korban, sehingga kami segera membawanya ke Polsek Sigaluh untuk dimintai keterangan dan sekarang sudah dibawa ke Polres Banjarnegara," katanya.

Saat dimintai keterangan, kata dia, terduga K mengakui jika sempat pergi bersama MR pada hari Jumat (31/1) dan setelah mencari durian, mereka berpisah sehingga sejak saat itu tidak mengetahui keberadaan korban.

Pewarta: Sumarwoto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020