Kalau gak semuanya masuk ke dalam pasar, maka kami yang pindah ke dalam akan rugi, karena mereka yang di luaran yang dapat pembeli, jadi kalau pindah satu ya pindah semuanya.."
Bengkulu (Antara Bengkulu) - Pembongkaran lapak pedagang kaki lima Pasar Panorama, Kota Bengkulu berlangsung tertib tanpa perlawanan yang berarti dari pemiliknya.

"Pembongkaran hari ini berlangsung aman dan terkendali," kata Kasat Pol PP Kota Bengkulu Ali Armada.

Menurut dia, walaupun tertib tetapi ada pemilik lapak yang awalnya menolak ditertibkan karena kebingungan penempatannya dimana dan ada juga yang bertindak nakal yang tetap bejualan di lapak, serta auningnya dikelola oleh yang lain.

"Setelah diberi pengertiandan ditunjukkan auning yang harus ditempatinya, mereka akhirnya mau ditertibkan tanpa ada kericuhan," kata dia.

Ia menjelaskan, penertiban dilakukan dari pagi sampai sore dan dilakukan secara bertahap.

"Tidak seluruhnya langsung kita tertibkan, kita lakukan dalam beberapa hari bertahap, ini hari kedua penertiban," kata dia.

Terkait pascapenertiban menurutnya lokasi akan dijaga agar para pedagang tidak kembali menggelar lapak di trotoar dan jalan di Jalan Kedondong.

"Kita akan jaga beberapa waktu ke depan sampai mereka benar-benar tertib, ya mungkin satu atau dua minggu," kata dia.

Terkait penertiban lapak di Pasar Panorama para pedagang baik yang ditertibkan maupun yang telah mempunyai kios merespon positif.

"Kami tidak masalah disuruh pindah ke dalam pasar, tetapi pemerintah harus tegas," kata Ledy salah satu pedagang yang ditertibkan.

Menurutnya, mereka bertahan di lapak karena akan merasa merugi jika masih ada orang lain yang berjualan di lapak tersebut.

"Kalau gak semuanya masuk ke dalam pasar, maka kami yang pindah ke dalam akan rugi, karena mereka yang di luaran yang dapat pembeli, jadi kalau pindah satu ya pindah semuanya," kata dia.  (boy)




Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026