Dortmund (Antara Bengkulu) - Borussia Dortmund mencetak dua gol pada masa tambahan waktu untuk mengunci kemenangan dramatis 3-2 pada pertandingan kedua perempat final atas tamunya Malaga pada Selasa (Rabu WIB), untuk mencapai semifinal Liga Champions.

Dengan Malaga memimpin 2-1 pada fase akhir pertandingan, pemain Dortmund Marco Reus memberi harapan bagi timnya ketika ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-91, namun tim Spanyol ini masih berpeluang lebih besar untuk lolos berkat peraturan gol tandang.

Pada detik-detik terakhir, Reus mampu mengirim bola melewati garis gawang Malaga untuk diteruskan bek tengah asal Brazil Feipe Santana untuk menjadi gol ketiga Dortmund, yang membuat tim Jerman itu lolos ke empat besar.

Tayangan-tayangan ulang televisi memperlihatkan bahwa kedua gol itu dicurigai offside, namun para penggemar Dortmund terlalu sibuk merayakannya.

"Kami berjuang keras pada babak kedua, itu adalah gol saya, namun semua orang bekerja untuk itu, saya bangga terhadap mereka semua," kata pencetak gol kemenangan Dortmund Santana.

Dortmund melaju berkat kemenangan agregat 3-2 setelah pada Rabu silam bermain imbang tanpa gol, dan mereka menuju semifinal untuk pertama kalinya sejak 1998.

Pelatih mereka Juergen Klopp mengakui timnya sedikit lebih beruntung.

"Ini adalah tim yang sangat mengecewakan saat ini serta merupakan tim yang beruntung," ucapnya kepada televisi Inggris Sky.

"Ini tidak dapat dipercaya. Ini merupakan pertandingan terburuk kami di Liga Champions musim ini, dan bukan sepak bola terbaik kami."

"Jika kami bermain seperti malam ini kami tidak akan memenangi Liga Champions, namun kami telah mencapai target kami yakni semifinal."

Sebaliknya, Malaga terpaksa kecewa dengan akhir pertandingan ini.

"Kami hanya terpaut empat menit dari semifinal," kata Roque Santa Cruz. "Ini adalah kekecewaan besar di kamar ganti. Kami menguasai pertandingan ini."

Pemain sayap Malaga Joaquin membawa tim Spanyol itu meraih gol tandang sebelum penyerang Polandia Robert Lewandowski menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum.

Pemain pengganti Eliseu yang masuk pada babak kedua kemudian terlihat telah membawa Malaga ke semifinal pada musim debut mereka di kompetisi klub papan atas Eropa ini melalui golnya delapan menit sebelum pertandingan usai, sebelum Dortmund mencetak dua gol dalam dua menit terakhir.

Ini merupakan kekecewaan besar bagi pasukan Manuel Pellegrini setelah pelatih Malaga itu melakukan perjalanan ke kampung halamannya di Chile, menyusul wafatnya ayahnya beberapa hari sebelum pertandingan ini.

Dortmund meneruskan laju tidak terkalahkan mereka di kompetisi ini, namun gol kemenangan hadir sangat larut pada menit ke-93 di Signal Iduna Park.

Meski tuan rumah membuka pertandingan dengan bagus, sundulan membuang bola yang tidak sempurna dari Santana membuat Malaga mendapat peluang pertama pada menit k-25, di mana kubu Spanyol itu mencetak gol tandang terlebih dahulu.

Ketika bola jatuh ke Joaquin, mantan pemain sayap Spanyol itu menarik bola ke kaki kirinya, yang tidak dapat dijangkau penjaganya Marce Schmelzer, dan melepaskan tembakan di sela-sela kaki Neven Subotic dan melewati kiper Roman Weidenfeller.

Dengan demikian berarti Dortmund harus mencetak dua gol, namun mereka hanya memerlukan waktu 15 menit untuk menyamakan kedudukan ketika Reus melewatkan bola di sela-sela kakinya dan bola pun menuju jalur penyerang Lewandoski.

Meski mendapat perhatian dari tiga pemain bertahan, bintang Polandia itu tidak memerlukan waktu lama untuk melesakkan gol keenamnya di kompetisi ini.

Dortmund mengalami detik-detik akhir babak pertama yang mnegangkan, ketika Joaquin yang tidak terkawal nyaris mencetak gol keduanya untuk Malaga.

Dan Eliseu berhasil melesakkan gol kedua tersebut, 12 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti, dari posisi offside, ia menyambar operan dari Julio Baptista, untuk menaklukkan Weidenfeller dari jarak dekat, yang membuat Dortmund berada dalam situasi sulit.

Namun saat tuan rumah berupaya menekan habis-habisan, bek kanan Malaga Jesus Gamez ditekel oleh Santana dan bola lair kemudian jatuh ke penguasaan Reus, sukses memasukkannya untuk memberi harapan pada Dortmund.

Dan Santana menjadi pahlawan tuan rumah ketika ia meneruskan bola melewati garis gawnag Malaga, pada kemelut di depan gawang setelah Reus mengirim bola melintasi mulut gawang.

Penerjemah: A.R.A Adipati


Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026