Mukomuko (ANTARA) - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada periode bulan Januari-Mei 2021 sebanyak enam orang, menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 85 orang.

“Kasus DBD menurun tahun ini kemungkinan karena kesadaran warga dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) semakin meningkat,” kata Pengelola Program DBD pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bara Lendra dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Ia mengatakan hal itu setelah melakukan rekapitulasi data jumlah warga masyarakat setempat yang positif terjangkit penyakit demam berdarah dengue sejak Januari hingga Mei 2021.

Dinas Kesehatan setempat setiap bulan menerima laporan terkait warga setempat yang terjangkit penyakit DBD dari puskesmas di daerah ini dan melakukan pengasapan untuk mencegah penularan penyakit DBD.

Ia mengatakan dari enam orang warga setempat yang positif DBD terhitung sejak bulan Januari hingga Mei 2021, sebanyak dua orang warga positif DBD pada Februari, kemudian kasus DBD pada empat bulan lainnya masing-masing hanya satu kasus DBD.

Ia menyebutkan, satu orang warga masyarakat setempat yang dinyatakan positif terjangkit penyakit DBD pada bulan Mei 2021 tersebut berasal dari Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto.

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat telah melakukan fogging atau pengasapan di lokasi yang ditemukan kasus, termasuk melakukan penyelidikan epidemologi (PE) dalam bulan Mei 2021 ini.

Selanjutnya, ia mengatakan instansinya terus mengimbau camat, lurah dan kepala desa hingga RT dan seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan penyebaran penyakit ini.

Pihaknya menyarankan warga tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran penyakit DBD saat pendemi COVID-19 tetapi tidak melibatkan banyak orang.

“Kami minta warga di wilayah ini melakukan PSN untuk mencegah penyebaran penyakit DBD tetapi jangan ramai-ramai mereka datang, tidak melibatkan banyak orang,” ujarnya.*

Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026