Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko Yandaryat di Mukomuko, Sabtu, menyebutkan penerima BLT dari pemerintah setempat tersebut terdiri dari sebanyak 3.150 keluarga miskin dan 2.600 UMKM.
"Saat ini menunggu data dulu dan instansi terkait yang sedang melakukan verifikasi data calon penerima BLT, seminggu lagi instansi terkait selesai melakukan verifikasi data penerima BLT," ujarnya.
Baca juga: Kejari Mukomuko "crosscheck" penerima bantuan langsung tunai
Setelah itu, katanya, pemerintah setempat akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak bank penyalur BLT.
Berkaitan dengan pembuatan rekening bank tidak pakai NPWP dan nominal BLT dalam rekening bank bisa ditarik sampai nol rupiah.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko, tahun ini menyiapkan anggaran dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil sebesar Rp2,6 miliar untuk BLT bagi warga setempat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.
Dari dana sebesar Rp2,6 miliar tersebut, sebesar Rp1,2 miliar di antaranya untuk BLT bagi 2.600 UMKM dan Rp1,4 miliar untuk BLT bagi 3.145 warga yang terdampak kenaikan harga BBM.
Ia mengatakan, pemerintah setempat selain memberikan BLT sekaligus menyediakan sembako murah untuk warga dan UMKM yang menerima bantuan.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menggelar pasar murah sebagai upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.
Terkait dengan peluncuran kegiatan ini, katanya, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Bulog, tetapi harapannya pelaksanaan pasar murah setelah warga dan UMKM menerima BLT.
"Setelah mereka menerima BLT mereka langsung belanja, tidak beli pulsa atau untuk membeli sesuatu yang tidak penting," ujarnya.
Pewarta: Ferri AryantoEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.