Pembangunan tahap dua segera dilaksanakan dengan alokasi dana Rp8,5 miliar..."Bengkulu, (ANTARA Bengkulu) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu segera melanjutkan pembangunan pasar percontohan tradisional Pasar Panorama Kota Bengkulu tahap kedua dengan dana Rp8,5 miliar.
"Pembangunan tahap dua segera dilaksanakan dengan alokasi dana Rp8,5 miliar dari APBN," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Syafwan Ibrahim di Bengkulu.
Ia mengatakan pembangunan tahap pertama sudah tuntas, 1.000 orang pedagang barang basah seperti sayur, ikan, daging dan komoditas lainnya sudah menempati tempat berjualan.
Sedangkan bangunan tahap kedua dikhususkan bagi pedagang barang kering seperti pakaian, peralatan rumah tangga dan produk lainnya.
"Lebih dari 1.000 pedagang sudah menempati lokasi berjualan karena revitalitasi tahap pertama serta pengundian tempat berjualan sudah selesai," katanya.
Ia mengatakan pada pembangunan tahap pertama, para pedagang tersebut terbagi sebanyak 500 pedagang kaki lima (PKL), 405 pedagang yang berjualan di los, dan 92 pedagang pemilik kios.
Pengundian tempat berjualan a sudah selesai, tinggal menyisakan 20 lokasi berjualan di los.
Proses penempatan lokasi berjualan untuk pedagang barang kering juga akan sama, yaitu menggunakan sistem pengundian.
Ia mengatakan, seperti pembangunan tahap pertama, UPTD Pasar Panorama akan melakukan pendataan pedagang pemilik kios.
Sedangkan pembangunan tahap ketiga adalah fasilitas pendukung pasar antara lain tempat penitipan anak, mushala, taman bacaan, pengaturan lokasi parkir dan fasilitas lainnya.
"Pasar ini juga dirancang dari segi kesiapsiagaan bencana serta pengelolaan sampahnya," ujarnya.
Ketua Forum Pedagang Raflesia Pasar Panorama Wadis Djaelani mengatakan lebih dari 2.000 pedagang menggantungkan mata pencaharian mereka di pasar tersebut.
"Kami berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang," katanya. (rni)
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.