Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan rencana pinjaman ke Bank BJB nantinya tidak akan dibayar dengan menaikkan tarif pajak daerah.
"Jadi jangan bicara soal perasaan, nanti begini begitu, tapi bicara fakta. Menurut data, di zaman Helmi-Mian, angka untuk pajak turun, pajak kendaraan bahkan pajak BBM turun di zaman ini, dan itu bisa dirasakan langsung. Apakah kemudian dengan pinjaman ini akan naik, Insya Allah tidak, tidak begitu," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Rabu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, kata dia, saat ini sedang membangun dan meningkatkan kelayakan infrastruktur terutama jalan dan jembatan daerah.
Tujuan pembangunan tersebut guna memudahkan akses mobilitas antar daerah. Akses yang lebih baik memudahkan masyarakat mendistribusikan hasil produksi unggulan, dan menekan biaya distribusi yang tujuan akhirnya mengakselerasi perekonomian masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun menyiapkan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk pembangunan jalan pada 2025 ini. Bahkan pada 2026 dan 2027, anggarannya lebih besar lagi yang direncanakan masing-masing Rp1 triliun.
"Rp600 miliar itu bukan duit sedikit dari APBD Bengkulu yang hanya Rp2,9 triliun. Anggaran itu terbesar yang pernah dianggarkan oleh pemerintah provinsi," kata Helmi.
Meskipun Pemerintah Provinsi telah menggelontorkan anggaran yang begitu besar untuk infrastruktur, kata dia masih ada kabupaten yang merasa tidak adil karena hanya mendapatkan porsi pembangunan yang kecil.
"Tetapi, masih banyak suara-suara yang mengatakan ini nggak adil. Masa sih Bengkulu Tengah dapat Rp180 miliar, kami cuma dapat Rp12 miliar. Banyak juga masyarakat yang mengadu jalannya belum mendapatkan pembangunan, APBD per tahun tidak akan bisa memenuhi semuanya, sehingga harus ada solusi. Solusinya itu apa, solusi yang tercepat itu adalah meminjam," katanya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memilih Bank BJB membuka pinjaman karena Helmi telah berpengalaman membuka pinjaman saat menjabat sebagai Wali Kota Bengkulu dua periode.
"Kenapa kok BJB jadi opsinya, karena saya dulu pernah di Kota Bengkulu pinjam BJB, dan itu selesai (selama periode kepemimpinan). Banyak orang yang mengatakan, oh tidak mungkin selesai, kita akan bangkrut begini begitu. Enggak kok, (buktinya) selesai juga," katanya.
Kemudian, manfaat lainnya kata Helmi Bank Bengkulu sudah berkolaborasi dengan BJB, salah satu pemilik saham Bank Bengkulu adalah BJB.
"Sehingga kemudian nanti ketika ada (pinjaman), itu manfaatnya juga ke Bank Bengkulu yang otomatis kita juga," ujarnya.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026