Taman-taman kota yang sempat rusak atau kotor kembali dirapikan dan ditata agar kembali indah dan hijau.
Kanstin jalan yang kotor atau pudar warnanya dicat ulang untuk mengembalikan kerapian estetika kota.
Lalu, dilakukan penyemprotan di lokasi-lokasi yang terdapat sisa bara dan abu bekas bakaran untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan dan membersihkan kotoran.
Sementara pos polisi dan halte bus yang rusak akibat pembakaran segera dibersihkan dan dipersiapkan untuk perbaikan lebih lanjut.
Upaya perbaikan fasilitas umum sedang dilakukan dan ditargetkan maksimal 9 September 2025 rampung, kata Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno sempat meninjau dan ikut mengecat ulang halte bus yang dibakar di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Senin (1/9).
Kala itu, pria yang akrab disapa Bang Doel itu mengenakan kaos oranye bertuliskan "Jaga Jakarta". Sesekali dia menyapa warga yang ikut dalam gerakan pembersihan dan berswatoto dengan mereka.
Rano mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang terlibat termasuk pengemudi ojek daring, siswa sekolah menengah atas, dan peritel.
Menurut dia, kegiatan gerakan cepat dan serentak membersihkan ruang kota ini menjadi upaya bersama dalam membangun kembali situasi yang aman dan kondusif di Jakarta.
Adapun fokus lokasi kegiatan gotong royong kala itu mencakup Halte Senen Sentral, Halte Senen Toyota Rangga, dan kaki-kaki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Sebanyak 215 orang dari berbagai lapisan masyarakat berpartisipasi dalam program kerja bakti dan pemulihan ruang bersama merupakan terapi sosial kolektif itu.
Mereka terdiri atas 75 petugas PPSU, 50 pengemudi ojek daring, 50 pedagang dari Perumda Pasar Jaya, 25 pelajar, dan 15 alumni STM.
Di sela kegiatan, Rano mengingatkan bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung semua aspirasi masyarakat dan mengizinkan setiap lapisan masyarakat untuk menyuarakan pendapat, asalkan tetap menjaga situasi tetap kondusif, tanpa melakukan aksi vandalisme.
"Kalau ada yang mau nyampein unek-unek, mau nyampein protes, silakan. Hanya saya berharap, Pak Gubernur juga berharap, mudah-mudahan fasilitas kita jangan dirusak. Yang rugi kita, yang paling banyak ruginya adalah waktu, bukan hanya biaya," kata Rano.
Di lain sisi, aparat penegak hukum juga bergerak, memburu pelaku anarki saat demo pekan lalu. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan sudah menangkap total 1.240 orang.
Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan, dari jumlah ini sebanyak 22 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba, dengan rincian 14 positif sabu, tiga positif ganja, dan lima positif benzoat.
Kapolda menyatakan siap menindak tegas segala tindakan anarkis, termasuk perusakan fasilitas umum. Namun bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat secara damai, pihaknya tetap mempersilakan.
Tak hanya pendemo anarki, tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden terlindasnya pengemudi ojol kala aksi demo di kawasan Pejompongan juga ditangkap.
Mereka dinyatakan melanggar kode etik profesi kepolisian dan menjalani penempatan khusus di Divisi Propam Polri selama 20 hari ke depan terhitung mulai 29 Agustus sampai dengan 17 September.
Aksi unjuk rasa yang diwarnai tindak anarki, menyebabkan kerusakan fasilitas umum apalagi menelan korban jiwa, memang disayangkan. Selain menguras biaya perbaikan, kenyamanan, dan keamanan masyarakat umum dalam berkegiatan pun harus menjadi korban. Siapa berani ke Jakarta kalau situasinya tak kondusif?
Senada dengan imbauan Wagub Rano, menyampaikan pendapat di muka umum dipersilakan namun tetap menjaga situasi dan fasilitas umum di sekitar. Semoga penyampaian aksi yang damai tetap didengar sang pemegang kebijakan.
