Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk tim khusus guna menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan petani saat demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September.
"Salah satu tuntutan utama mahasiswa dan perwakilan petani adalah pembentukan tim reformasi agraria berbasis agenda. Sudah dapat disimpulkan bahwa yang diinginkan adalah adanya tim khusus yang melibatkan perwakilan petani, mahasiswa, hingga unsur terkait lainnya," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis.
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen merespons secara cepat seluruh aspirasi, terutama terkait dengan isu agraria, termasuk yang telah disampaikan saat demonstrasi Hari Tani tersebut di daerah setempat.
Ia menegaskan kesiapan Pemprov Bengkulu membentuk tim khusus tersebut yang bertugas mengumpulkan seluruh persoalan agraria untuk dibedah lebih detail dan lengkap.
"Permasalahan ini harus segera ditindaklanjuti dan tim dibentuk secepatnya. Untuk hasil rencana pembentukan tim akan kita paparkan langsung pada pertemuan selanjutnya," ucapnya.
Dengan adanya tim tersebut, dia mengharapkan, penyelesaian berbagai persoalan agraria di Bengkulu dapat berjalan lebih cepat, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya para petani.
Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang tergabung dalam aksi itu, Puji, menyampaikan mahasiswa menginginkan tim khusus yang berbeda dengan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
"Kami ingin membentuk tim yang memiliki konsep tersendiri, tidak sama dengan GTRA," kata dia.
Analisis Hukum Pemprov Bengkulu Adews menjelaskan pembentukan tim tersebut tentunya harus tetap berdasarkan pada regulasi yang berlaku.
"Jika pola pembentukan sesuai regulasi, maka akan kita jalankan. Namun apabila tim tidak memungkinkan untuk dibentuk, maka permintaan mahasiswa akan segera diakomodasi dengan cara lain oleh pemerintah," kata dia.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026