Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 100 orang pasangan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, batal mengikuti sidang isbat nikah massal yang digelar oleh pemerintah daerah karena mempertimbangkan efisiensi anggaran.
"Program Isbat nikah massal tahun ini batal digelar karena kan efisiensi anggaran, padahal itu program bupati," kata Kabag Administrasi Kesra Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mukomuko Amri Kurniadi di Mukomuko, Minggu.
Bagian Administrasi Kesra Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mukomuko sudah menyiapkan sebanyak 100 pasangan yang tersebar di daerah ini untuk mengikuti isbat nikah.
Dia mengatakan, sebenarnya masih banyak pasangan lama yang tersebar di daerah ini yang sudah nikah siri tetapi belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).
Padahal legalitas mereka menikah baik secara agama dan tercatat di KUA itu, kata dia, sangat berpengaruh untuk mengurus berbagai keperluan administrasi negara.
"Itu berpengaruh ketika mereka mau mengurus bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT), untuk mendaftarkan anak masuk sekolah, dan masuk jaringan listrik," ujarnya.
Kegiatan seperti isbat nikah itu, selain bisa bersumber dari APBD, anggarannya juga bisa bantuan dari perusahaan yang ada di daerah ini, namun selama ini tidak banyak perusahaan yang memberikan bantuan sosial keagamaan.
Selama ini, kata dia pula, yang bisa diajak kerja sama dalam memberikan bantuan sosial keagamaan adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu.
Kalau perusahaan di daerah ini mau membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan programnya termasuk menggelar isbat nikah massal, ia yakin bisa.
Dia menyebutkan, biaya sidang isbat nikah di Pengadilan Agama tidak terlalu mahal, untuk pasangan yang berada paling jauh seperti Kecamatan Malin Deman membutuhkan biaya sekitar Rp600 ribu.
Sedangkan, biaya sidang isbat nikah untuk pasangan yang dekat dengan Kantor Pengadilan Agama paling sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Setelah ini apakah program isbat nikah ditunda tahun 2026, ia mengatakan, pihaknya akan mencoba dulu karena program ini tidak masuk dalam rencana kerja bagiannya.
