Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tidak menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) pada akhir 2025 mengingat banyak aktivitas penting pemerintah daerah di penghujung tahun.

"Kemarin kita sudah rapat soal WFA ini, mengingat situasi di akhir 2025 ini, banyak aktivitas dan kegiatan hingga pekerjaan yang harus dituntaskan oleh OPD, sehingga kita tidak ada WFA," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hwrwan Antoni di Bengkulu, Rabu.

Herwan mengatakan aparatur sipil negara (ASN) diminta untuk tetap bekerja seperti biasanya, tujuannya agar tidak berdampak pada tumpukan pekerjaan yang jadi tidak terselesaikan.

"ASN yang mengambil cuti dipersilahkan, tapi dengan syarat tertentu, misal ASN yang bersangkutan sedang merayakan hari Natal kemudian ada ASN yang ingin umrah dipersilahkan," kata dia.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang menggiatkan program kebijakan dengan visi "Bantu Rakyat", program tersebut tujuannya menjawab permasalahan masyarakat dari sisi apapun.

Banyak yang sedang diwujudkan dalam program bantu rakyat tersebut seperti, pengadaan ambulans gratis satu desa kelurahan satu ambulans, peningkatan kualitas sarana prasarana rumah sakit, bantuan berobat masyarakat. 

Kemudian di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pendidikan yang tidak membebani masyarakat, berkeadilan, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyiapkan pencetakan sawah baru dan infrastruktur pendukung sebagai upaya penyiapan swasembada pangan, menjaga stabilitas harga komoditas hasil pertanian, dan juga memastikan harga sawit petani dibeli dengan harga layak.

Pada sisi keadilan hukum, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus menggiatkan program kemudahan hukum bagi masyarakat. Sehingga, masyarakat lebih mudah mengakses hukum yang berkeadilan dan menjangkau semua.

 



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026