Kota Bengkulu (ANTARA) - Sebuah karya literasi yang lahir dari pengalaman pribadi akhirnya diluncurkan ke publik. Aktris dan penulis Aurelie Moeremans resmi menerbitkan buku berjudul Broken Strings. Sebuah karya reflektif yang mengisahkan perjalanan hidupnya, terutama masa remaja yang kelam dan penuh luka batin.
Buku ini mendapat perhatian luas karena secara berani mengangkat topik yang selama ini masih dianggap sensitif dan tabu di masyarakat, yakni praktik rayuan manipulatif atau grooming, manipulasi psikologis, serta relasi kuasa yang tidak sehat terhadap remaja.
Banyak pihak menilai, kehadiran Broken Strings menjadi langkah penting dalam membuka ruang diskusi yang lebih aman dan empatik, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan bahaya eksploitasi psikologis yang kerap terjadi secara diam-diam.
Mengawali tahun 2026, tepatnya (3/1/2026), Aurelie yang kini berusia 32 tahun membagikan cuplikan isi bukunya melalui unggahan di akun Instagram pribadi.
Dalam unggahan tersebut, ia menegaskan bahwa buku ini bukan karya fiksi, melainkan kisah nyata yang ia alami sendiri.
Baca juga: KemenPPPA minta orang tua awasi aktivitas anak di internet
Baca juga: KPAI: Perilaku dai cium anak langgar prinsip perlindungan anak
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie.
Dalam sejumlah unggahan lanjutan di Instagram Story, Aurelie juga mengungkapkan rasa syukurnya melihat perubahan sikap masyarakat Indonesia dibandingkan masa lalu.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026