Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membahas percepatan realisasi program perumahan di Provinsi Bengkulu yang lebih merata dan berpihak kepada masyarakat kecil. 

"Kami berharap Kementerian PKP dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan perumahan di Bengkulu dan menindaklanjutinya dengan kunjungan langsung ke daerah," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Selasa.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan Bengkulu memiliki peran besar dalam sejarah Bangsa Indonesia, namun belum mendapatkan perhatian yang sepadan dalam berbagai program pembangunan nasional, termasuk sektor perumahan.

"Bengkulu ini provinsi yang paling berjasa bagi Indonesia. Tidak akan ada Indonesia tanpa Bengkulu, karena putri penjahit bendera Merah Putih adalah putri asli Bengkulu," kata Helmi Hasan.

Dia berharap Kementerian PKP bisa melihat langsung kondisi di Provinsi Bengkulu serta kebutuhan masyarakat atas rumah layak huni yang terjangkau.

"Kami ingin Bapak Menteri datang langsung ke Bengkulu untuk melihat kondisi di lapangan dan menentukan program perumahan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut baik kunjungan Gubernur Bengkulu dan memastikan pihaknya telah menjadwalkan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat.

"Sebagai tindak lanjut, kami akan berkunjung ke Bengkulu untuk melihat langsung pelaksanaan program perumahan, mulai dari bedah rumah, program KUR perumahan, hingga meninjau rumah subsidi yang sudah dibangun," kata Maruarar Sirait.

Selain itu, Menteri PKP juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat dan mempermudah pembiayaan rumah subsidi guna melindungi masyarakat dari praktik rentenir.

"Negara harus hadir memberikan solusi nyata. Pembiayaan rumah subsidi harus mudah, cepat, dan tidak memberi ruang bagi rentenir yang selama ini membebani rakyat kecil," ujarnya.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026